Masa depan Marcus Rashford di Barcelona dilaporkan mulai menemui jalan buntu terkait kepastian kontrak permanen di kompetisi Liga Spanyol. Dilansir dari Bola, pelatih kepala Hansi Flick kini sedang melakukan evaluasi mendalam mengenai peran penyerang tersebut dalam rencana jangka panjang klub.
Keputusan taktis Hansi Flick menjadi sinyal kuat menipisnya peluang pemain pinjaman Manchester United itu untuk menetap di Catalan. Pada pertandingan penting melawan Celta Vigo, juru taktik asal Jerman tersebut memilih mencadangkan Rashford dan lebih mempercayakan posisi sayap kiri kepada Gavi serta Fermin Lopez.
Padahal, momen cedera hamstring yang dialami Raphinha bulan lalu seharusnya menjadi kesempatan besar bagi Rashford untuk menunjukkan kualitasnya. Manajemen Blaugrana awalnya berharap pemain asal Inggris itu bisa tampil impresif guna memperkuat alasan aktivasi opsi pembelian permanen.
Namun, ekspektasi tersebut belum membuahkan hasil maksimal di lapangan. Mengutip laporan dari The Athletic, performa Marcus Rashford dianggap kurang konsisten, terutama setelah ia gagal memberikan kontribusi signifikan saat menghadapi Atletico Madrid di babak perempat final Liga Champions.
Rencana awal manajemen Barcelona sebenarnya cukup ambisius dengan niat mengaktifkan klausul pembelian permanen sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 606,2 miliar. Komunikasi dengan perwakilan Rashford pada Februari lalu juga sempat memunculkan kesepakatan penyesuaian gaji untuk durasi tiga musim ke depan.
Situasi berubah ketika Manchester United menunjukkan sikap tidak bersedia melakukan negosiasi ulang terhadap nilai tebusan yang telah ditetapkan. Di sisi lain, Barcelona masih berada di bawah pengawasan finansial yang ketat sehingga pengeluaran besar untuk pemain yang belum menjadi starter reguler dianggap berisiko.
Kombinasi antara biaya transfer yang tinggi dan beban gaji pemain membuat manajemen mulai mempertimbangkan opsi lain. Kini, arah kebijakan transfer Barcelona mulai bergeser pada pencarian pemain sayap kiri alternatif yang berusia lebih muda dengan harga yang lebih ekonomis bagi anggaran klub.