Klub raksasa Liga Spanyol, Barcelona, menargetkan pencapaian prestasi yang lebih tinggi pada musim kompetisi 2026-2027 setelah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol, sebagaimana dilansir dari Bola.
Presiden Barcelona Joan Laporta menyatakan rasa puasnya atas pencapaian beruntun tersebut menjelang dimulainya masa jabatan keempat sang presiden secara resmi pada Juli mendatang.
"Ini adalah momen-momen indah untuk dikenang di musim ini," ujar Joan Laporta.
Pihak manajemen menilai keberhasilan mempertahankan gelar ini diraih berkat komposisi tim yang seimbang serta kerja keras jajaran pelatih dan direktur olahraga.
"Ini adalah dua gelar liga berturut-turut, ini adalah grup yang bagus, dengan perjalanan panjang yang masih harus ditempuh," lanjut Joan Laporta.
Evaluasi juga dilakukan guna menghadapi tantangan kompetisi musim depan yang dinilai bakal jauh lebih berat bagi skuad Blaugrana.
"Anda tahu bahwa ada kekompakan, ini adalah grup yang sangat seimbang. Deco bekerja dengan luar biasa dan Flick sangat antusias dengan apa yang akan datang," kata Joan Laporta.
Manajemen klub mengapresiasi kesadaran para pemain yang terus termotivasi untuk mengukir sejarah baru di Barcelona.
"Tetapi musim depan akan jauh lebih sulit daripada musim ini. Tingkat tuntutan akan meningkat. Para pemain menyadari bahwa mereka sedang membangun legenda mereka sendiri," tutur Joan Laporta.
Selain membahas internal tim, Laporta memberikan penghormatan khusus kepada Robert Lewandowski setelah penyerang veteran asal Polandia itu mengumumkan akan menyudahi masa baktinya di Camp Nou saat kontraknya habis akhir bulan depan.
"Lewandowski sudah menjadi bagian dari lambang Barca. Kami akan selalu berterima kasih," tegas Joan Laporta.
Kontribusi Lewandowski dinilai sangat krusial dalam memulihkan kredibilitas klub, baik dari aspek olahraga maupun pemulihan kondisi ekonomi pascakrisis.
"Berkat dia, kami meraih kredibilitas di tingkat olahraga dan juga dalam hal yang dapat kami lakukan di tingkat ekonomi," ujar Joan Laporta.
Pemain kelahiran 29 Juni 1962 tersebut menambahkan bahwa kedatangan sang striker terjadi pada periode yang sangat krusial bagi klub.
"Kehadirannya terjadi di saat yang sangat sulit. Dia telah memberikan banyak kontribusi kepada tim dan kami akan selalu berterima kasih," ucap Joan Laporta.
Kepergian striker utama tersebut membuat Barcelona memprioritaskan perburuan penyerang baru pada bursa transfer musim panas, termasuk rumor ketertarikan terhadap penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez.
"Anda harus membicarakan Julián (Alvarez) dengan Deco. Kita akan bisa merekrut pemain yang menurut kita perlu direkrut agar lebih kompetitif," tutup Joan Laporta.