Bapanas Proyeksi Stok Sebelas Komoditas Pangan Utama Surplus pada 2026

Bapanas Proyeksi Stok Sebelas Komoditas Pangan Utama Surplus pada 2026
Foto: Ilustrasi Bapanas Proyeksi Stok Sebelas Komoditas Pangan Utama Surplus pada 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan 11 komoditas pangan utama di Indonesia dalam kondisi surplus sepanjang tahun 2026 dengan sisa stok mencapai jutaan ton pada akhir Desember. Kepastian ketersediaan pasokan tersebut didorong oleh konsistensi produksi dalam negeri pada mayoritas komoditas pokok pada Senin (20/4/2026).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa memberikan keterangan mengenai capaian swasembada tersebut. Kelebihan stok ini dinilai mencukupi kebutuhan nasional hingga pergantian tahun.

"Kita bisa melihat dari 11 pangan yang kita tangani, maka sebenarnya mayoritas pangan kita sangat-sangat berlebih. Maka mayoritas komoditas ini kita sudah swasembada," kata Ketut dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang dilansir dari Money, total ketersediaan pangan mencapai 47,2 juta ton. Beras diperkirakan menyisakan 16,12 juta ton, sementara stok jagung diproyeksikan mencapai 5,35 juta ton dari total 22,3 juta ton dan gula konsumsi tersisa 1,3 juta ton.

Sektor hortikultura juga menunjukkan angka positif dengan proyeksi sisa stok bawang merah sebesar 38.000 ton, cabai besar 58.000 ton, dan cabai rawit 73.000 ton. Untuk protein hewani, daging ayam ras diprediksi surplus 1,68 juta ton serta telur ayam ras mencapai 948.000 ton.

Proyeksi Stok Akhir Pangan Nasional 2026
KomoditasProyeksi Stok Akhir (Ton)
Beras16.120.000
Jagung5.350.000
Daging Ayam Ras1.680.000
Gula Konsumsi1.300.000
Telur Ayam Ras948.000
Cabai Rawit73.000
Cabai Besar58.000
Bawang Merah38.000

Kondisi ketersediaan yang melimpah ini berdampak pada stabilitas harga rata-rata nasional. Harga beras medium tercatat Rp 13.379 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.500 per kilogram.

Harga komoditas lain seperti kedelai berada di angka Rp 11.164 per kilogram, sementara daging ayam ras rata-rata Rp 40.866 per kilogram. Namun, Bapanas mencatat harga cabai rawit merah masih berada 32 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dengan nilai Rp 75.726 per kilogram.

Ketut menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai tersebut dipengaruhi oleh kendala teknis di tingkat petani akibat anomali cuaca. Curah hujan yang tinggi menjadi penghambat utama dalam proses pemanenan di lapangan.

"Saat Ramadhan yang kita harapkan kering, justru hujan, sehingga petani tidak bisa memetik cabai meskipun stok sebenarnya tersedia," kata dia.

Selain cabai, MinyaKita juga tercatat dijual seharga Rp 16.824 per liter atau 7 persen di atas HET. Sementara itu, harga bawang putih terpantau tetap stabil pada angka Rp 38.310 per kilogram sesuai dengan acuan pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi