Banyuwangi Gelar Dua Balap Sepeda Internasional pada 2026

Banyuwangi Gelar Dua Balap Sepeda Internasional pada 2026
Foto: Ilustrasi Banyuwangi Gelar Dua Balap Sepeda Internasional pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan dua ajang balap sepeda internasional berskala dunia pada 2026 sebagai upaya menjaga denyut sport tourism meski International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) dipastikan vakum, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Kamis (7/5/2026).

Dua kompetisi tersebut adalah Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Juni serta Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 pada 19-20 September mendatang. Kedua ajang ini telah terdaftar dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) Class 1.

M Alfin Kurniawan, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, menegaskan bahwa wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini tetap berkomitmen menghadirkan suguhan olahraga kelas dunia bagi para wisatawan dan atlet.

"Meski ITdBI tidak digelar, Banyuwangi tetap menghadirkan event internasional lain di cabang balap sepeda. Ini bagian dari komitmen kami menjaga sport tourism tetap hidup," kata Alfin, Kamis (7/5/2026).

Perluasan konsep wisata olahraga kini dilakukan melalui variasi cabang olahraga yang memiliki basis komunitas internasional yang kuat agar pergerakan pariwisata tetap berjalan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

"Kami ingin Banyuwangi tetap menjadi destinasi yang menarik bagi atlet maupun wisatawan. Jadi meskipun ada event yang vakum, pergerakan pariwisata tetap berjalan lewat agenda-agenda internasional lainnya," ujar Alfin.

Ajang BMX Supercross bakal dipusatkan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar yang merupakan satu-satunya lintasan supercross berstandar internasional di Indonesia dengan rintangan ekstrem untuk berbagai kelas kompetisi.

"Kehadiran atlet dari berbagai negara, ditambah dengan digelar di sirkuit berlevel internasional untuk supercross satu-satunya di Indonesia, tentu menjadi daya tarik besar," terang Alfin.

Sementara itu, gelaran BIG Downhill 2026 akan mengambil lokasi di Sirkuit Gantasan dengan jalur menurun yang melintasi kawasan hutan dan menyuguhkan panorama alam di kaki Gunung Ijen.

"BIG Downhill bukan hanya soal balapan, tetapi juga memperkenalkan keindahan alam Banyuwangi kepada peserta dan wisatawan yang datang," urai Alfin.

Strategi penggabungan ajang olahraga dengan promosi destinasi wisata ini dinilai efektif dalam memacu pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga pemberdayaan pelaku UMKM di Banyuwangi.

Artikel terkait

Rekomendasi