Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan pihak Matheus Cunha membantah adanya kesepakatan dengan Manchester United untuk memarkir sang penyerang pada sisa laga Liga Inggris musim ini. Langkah perlindungan kebugaran tersebut sebelumnya dikabarkan diambil guna memastikan kondisi fisik Cunha prima menyambut Piala Dunia FIFA 2026.
Isu mengenai manajemen beban kerja ini muncul akibat riwayat masalah otot adduktor yang sempat dialami pemain berusia 26 tahun tersebut. Dilansir dari Bola, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Cunha tidak akan diturunkan dalam tiga pertandingan terakhir Setan Merah agar proses pemulihannya berjalan maksimal.
Informasi awal yang sempat mencuat mengklaim bahwa kedua pihak telah mencapai titik temu terkait masa depan jangka pendek sang pemain di level klub. Namun, narasi tersebut langsung mendapatkan penolakan keras dari pihak terkait yang menyatakan tidak ada instruksi resmi untuk memarkir sang striker.
Kubu Manchester United dilaporkan tidak mengetahui perihal adanya keputusan untuk mengistirahatkan pemain bernomor punggung 26 tersebut secara mendadak. Hal ini membuat status ketersediaan Cunha dalam tiga laga krusial mendatang masih menjadi tanda tanya besar di bawah arahan manajer Michael Carrick.
Terlepas dari spekulasi tersebut, kontribusi Matheus Cunha bagi Manchester United tergolong signifikan sepanjang musim ini. Mantan pemain Atletico Madrid ini tercatat telah membukukan 9 gol dan 2 assist dalam 31 penampilan, termasuk gol penentu kemenangan atas Liverpool yang mengunci tiket Liga Champions.
Fleksibilitas taktis Cunha menjadi elemen kunci dalam skema permainan Carrick, di mana ia sering bergerak turun ke lini tengah untuk menyambung aliran bola. Peran penting ini menjadikannya salah satu aset yang paling dijaga, mengingat risiko cedera yang biasanya meningkat saat memasuki periode akhir kompetisi yang padat.
Meskipun terdapat bantahan mengenai kesepakatan formal, prioritas utama semua pihak tetap tertuju pada kesiapan sang pemain untuk membela Selecao di turnamen dunia. Pengelolaan kondisi fisik pemain di sisa musim tetap menjadi fokus krusial bagi staf medis klub maupun tim nasional Brasil.