Hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas meski keduanya telah resmi bercerai. Konflik terbaru ini dipicu oleh persoalan pembagian harta gana-gini yang melibatkan aset bernilai besar.
Perseteruan mulai terbuka ke publik setelah pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan pernyataan terkait penguasaan aset. Pihak Ruben menuding ada upaya dari sisi Sarwendah untuk menguasai rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Ruben Onsu sendiri tampak lebih tenang dan mengaku tidak mempermasalahkan penyerahan aset tersebut. Namun, suasana tetap tegang karena tudingan tersebut dianggap menyudutkan posisi Sarwendah sebagai mantan istri.
Bukti Percakapan Jadi Kunci Bantahan
Pihak Sarwendah bergerak cepat untuk menepis tuduhan yang menyebut dirinya ingin menguasai harta bersama. Melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, mereka membeberkan bukti kuat berupa percakapan pribadi di media sosial.
Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Abraham menunjukkan bahwa fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Sarwendah diklaim tidak memiliki niat untuk mengambil banyak aset milik mantan suaminya tersebut.
Berikut adalah poin-poin penting dari bukti percakapan yang diungkap oleh pihak Sarwendah:
- Sarwendah secara tegas hanya meminta satu unit rumah sebagai tempat tinggal utama bersama anak-anak.
- Terdapat bukti bahwa Sarwendah sempat menolak beberapa tawaran aset tambahan yang diberikan oleh Ruben Onsu.
- Aset berupa apartemen dan villa justru diminta Sarwendah agar sepenuhnya tetap menjadi hak milik Ruben.
- Fokus utama Sarwendah dalam pembagian harta ini hanyalah demi kenyamanan dan masa depan buah hati mereka.
Bukti ini sengaja ditunjukkan ke media untuk memulihkan nama baik Sarwendah yang sempat dicap haus harta. Melalui pesan singkat tersebut, terlihat Sarwendah lebih memprioritaskan kebutuhan anak dibanding kemewahan pribadi.
Detail Pembagian Aset yang Disepakati
Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya Ruben menawarkan beberapa properti di wilayah Cipete dan Rempoa. Ruben juga berencana membagi kepemilikan apartemen serta villa secara lebih merata di antara mereka berdua.
Namun, dalam tangkapan layar percakapan, Sarwendah justru memilih opsi yang paling sederhana bagi dirinya. Ia hanya ingin menetap di Cipete bersama anak-anak dan mempersilakan Ruben mengambil sisa aset lainnya.
Rincian mengenai pembagian aset berdasarkan pernyataan kedua belah pihak dapat dilihat pada tabel berikut:
| Jenis Aset | Keinginan Awal Ruben | Keputusan Akhir (Versi Sarwendah) |
|---|---|---|
| Rumah di Cipete | Diberikan kepada Sarwendah | Diambil Sarwendah untuk tinggal bersama anak |
| Properti di Rempoa | Dibagi secara merata | Sepenuhnya diserahkan kepada Ruben Onsu |
| Apartemen & Villa | Ingin dibagi dua | Diminta untuk dimiliki Ruben sepenuhnya |
| Rumah Cilandak | Menjadi sengketa awal | Masih dalam proses penyelesaian administrasi |
Tabel di atas menunjukkan bahwa Sarwendah sebenarnya mencoba mempermudah proses pembagian harta. Meski demikian, kendala administratif masih terjadi karena sertifikat rumah yang menjadi hak Sarwendah kabarnya masih tertahan di bank.
Hingga saat ini, proses hukum terkait balik nama dan penyerahan dokumen resmi masih terus berjalan. Pihak Sarwendah berharap masalah ini segera tuntas agar fokus mereka bisa kembali sepenuhnya pada pengasuhan anak.