Bank Sentral China Borong Delapan Ton Emas pada April 2026

Bank Sentral China Borong Delapan Ton Emas pada April 2026
Foto: Ilustrasi Bank Sentral China Borong Delapan Ton Emas pada April 2026.

Bank Sentral Tiongkok atau People's Bank of China terus meningkatkan cadangan emas mereka dengan membeli sebanyak delapan ton emas pada April 2026 demi memperkuat aset negara di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Aktivitas akumulasi komoditas ini dilansir dari Investor Daily tetap berjalan konsisten meskipun pasar ritel sedang lesu. Pembelian massal tersebut turut didukung oleh pergerakan dana instrumen ETF lokal yang terus berkembang di pasar domestik.

Kepala riset untuk China di World Gold Council, Ray Jia menjelaskan bahwa daya tarik emas di mata investor dipengaruhi oleh situasi keamanan internasional dan regional serta turunnya imbal hasil obligasi negara.

"Ketegangan geopolitik global dan regional yang berkelanjutan, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah lokal, mempertahankan minat investor China terhadap emas," ungkap Ray Jia, Kepala Riset untuk China di World Gold Council (WGC).

Lembaga riset komoditas dunia tersebut juga mendeteksi adanya dinamika peralihan modal ke sektor lain. Beberapa investor mulai mengalihkan fokus pendanaan mereka seiring dengan momentum penguatan yang terjadi di lantai bursa saham.

"Meskipun demikian, arus masuk melambat karena investor mungkin telah dialihkan ke pasar ekuitas yang sedang menguat," beber Ray Jia.

Aktivitas belanja yang dilakukan oleh bank sentral pada periode ini tercatat sebagai salah satu momentum penguatan cadangan devisa paling masif dalam kurun waktu belasan bulan terakhir.

"Bank Sentral Tiongkok (PBoC) melaporkan pembelian emas sebesar 8 ton pada bulan April, penambahan bulanan ke-18 berturut-turut dan tertinggi sejak Desember 2024," kata Ray Jia.

Melalui transaksi teranyar ini, total kepemilikan emas resmi milik China kini menyentuh angka 2.322 ton. Volume jumbo tersebut merepresentasikan sekitar 9 persen dari total keseluruhan cadangan resmi negara yang nilainya terapresiasi 2 persen menjadi US$ 3,8 triliun.

Selain aktivitas perbankan, grafik impor bersih komoditas berkilau ini melonjak signifikan sebesar 49 persen secara bulanan dengan total pasokan 143 ton pada Maret 2026. Di sisi lain, instrumen ETF emas di China juga memperlihatkan performa tangguh sepanjang April.

"ETF emas China mencatat arus masuk bulanan kedelapan berturut-turut pada bulan April (mencapai US$ 498 juta)," paparnya.

Artikel terkait

Rekomendasi