Bank Mandiri menyalurkan bantuan lebih dari 28.000 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dan pekerja sektor informal di 10 wilayah Indonesia pada 12 hingga 20 Mei 2026. Aksi sosial bertajuk Mandiri Berbagi Sembako ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus mendukung daya tahan ekonomi masyarakat.
Penyaluran bantuan ini menyasar kelompok yang berperan penting dalam aktivitas ekonomi harian, seperti pengemudi ojek online, kurir, porter, hingga petugas kebersihan dan satpam. Dilansir dari Kontan, paket bantuan yang diberikan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, teh celup, dan biskuit.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat kepedulian sosial yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi kelompok masyarakat rentan di tengah dinamika ekonomi global.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan bantuan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal dan kelompok masyarakat rentan yang menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir melayani sepenuh hati bagi masyarakat secara inklusif," ujar Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Adhika menambahkan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat pentingnya semangat gotong royong melalui aksi nyata. Pihak bank berupaya memperkuat perannya sebagai agen pembangunan dengan menghadirkan program sosial yang inklusif melalui sinergi bersama para pemangku kepentingan.
"Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar sebagai bagian dari kontribusi nyata Mandiri untuk Negeri," pungkas Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Proses distribusi bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan perangkat wilayah dan koordinator komunitas setempat untuk memastikan ketepatan sasaran. Guna menghindari penumpukan antrean dan menjaga ketertiban di lokasi, pengambilan bantuan dibagi ke dalam beberapa sesi bagi para penerima manfaat.