Bank Jakarta Perkuat Manajemen Risiko guna Dorong Transformasi Berkelanjutan

Bank Jakarta Perkuat Manajemen Risiko guna Dorong Transformasi Berkelanjutan
Foto: Ilustrasi Bank Jakarta Perkuat Manajemen Risiko guna Dorong Transformasi Berkelanjutan.

Bank Jakarta menempatkan penguatan tata kelola serta pengelolaan risiko sebagai pilar utama dalam menjalankan transformasi perusahaan yang berkelanjutan di tengah tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Seperti diberitakan oleh Investortrust, Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, menjelaskan bahwa pertumbuhan usaha yang sehat memerlukan fondasi tata kelola yang kokoh serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten pada seluruh level organisasi.

Langkah mitigasi ini dirancang untuk menghadapi tekanan eksternal dan pergeseran regulasi melalui pengembangan budaya sadar risiko.

"Pertumbuhan yang sehat harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang disiplin dan akuntabel," ujar Ateng dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Sistem kontrol internal kini diperketat melalui penyempurnaan identifikasi risiko, evaluasi berkala pada efektivitas pengendalian, serta peningkatan kapasitas SDM di sektor audit internal.

Bank Jakarta juga menjaga independensi fungsi audit agar tetap terintegrasi.

Pada sektor keuangan, Direktur Keuangan & Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Juliana memegang peran penting dalam mengoptimalkan struktur permodalan, menjaga likuiditas, serta mengendalikan efisiensi biaya operasional.

Kebijakan finansial diarahkan untuk menyeimbangkan perluasan pasar dan pengelolaan risiko demi mendukung digitalisasi perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa transparansi dan tata kelola yang baik menjadi instrumen krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat luas.

Pihak manajemen berkomitmen meningkatkan kualitas komunikasi serta keterbukaan informasi dalam jangka panjang.

Strategi komprehensif ini diterapkan guna mencapai target pertumbuhan yang stabil melalui penguatan fundamental bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di pasar perbankan yang kompetitif.

Komitmen nyata Bank Jakarta dalam memperkuat tata kelola ini berbuah apresiasi lewat raihan dua penghargaan sekaligus pada hari yang sama.

Penghargaan tersebut adalah Indonesia Enterprise Risk Management 2026 dari Economic Review dan Indonesia Best CFO Awards 2026.

Apresiasi ini diberikan atas konsistensi Bank Jakarta dalam menerapkan manajemen risiko terpadu, mengelola keuangan secara prudent, dan mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika industri.

Pada ajang Indonesia Enterprise Risk Management Award, Bank Jakarta sukses membawa pulang predikat The Best Indonesia Enterprises Risk Management Gold Award (B) Excellent (4 Star).

Penghargaan tersebut diraih untuk kategori Regional Development Company Asset Rp 90 triliun.

Penilaian pada 8th Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2026 mengandalkan metode secondary data approach yang mengevaluasi dokumen publik perusahaan.

Beberapa dokumen yang diperiksa meliputi annual report, company profile, serta data relevan lainnya dengan fokus pada manajemen risiko dan audit internal.

Dewan juri melakukan penilaian mendalam pada lingkungan internal, penetapan sasaran, proses identifikasi, respon mitigasi, hingga mekanisme evaluasi yang dijalankan Bank Jakarta secara berkesinambungan.

Artikel terkait

Rekomendasi