Persaingan di pekan ke-29 Super League Indonesia pada Kamis (23/4/2026) berujung manis bagi Bali United FC dan PSM Makassar. Kedua tim berhasil mengamankan poin penuh dalam misi mereka memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Dilansir dari Kompas, Bali United membawa pulang tiga poin dari markas Persita Tangerang setelah unggul dengan skor 1-0 di Banten International Stadium. Laga ini sempat berjalan stagnan tanpa banyak peluang emas pada paruh pertama pertandingan.
Situasi berubah ketika babak kedua dimulai dengan intensitas yang lebih tinggi. Kebuntuan pecah pada menit ke-61 saat wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tamu setelah pemain Persita melakukan pelanggaran handball di dalam area terlarang.
Diego Campos yang merupakan penggawa timnas Kosta Rika sukses menjadi algojo penalti dengan tenang. Gol tunggal tersebut membawa Bali United memimpin dan memberikan tekanan tambahan bagi tuan rumah yang mencoba mengejar ketertinggalan.
Persita Tangerang berupaya keras menyamakan kedudukan melalui serangan yang dibangun oleh Pablo Ganet dan Zulfan Djiaulhaq. Namun, pertahanan kokoh Bali United membuat upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga memasuki menit-menit akhir.
Ketegangan memuncak pada menit ke-85 saat wasit awalnya menunjuk titik putih untuk Persita karena dugaan handball Ricky Fajrin. Namun, keputusan tersebut akhirnya dianulir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) membuktikan bola hanya mengenai dada.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan meski ada tambahan waktu selama 10 menit. Hasil ini membawa Serdadu Tridatu naik ke peringkat ketujuh klasemen dengan koleksi 42 poin.
Pada pertandingan lainnya, PSM Makassar menunjukkan performa impresif saat menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie. Juku Eja mengakhiri laga dengan kemenangan meyakinkan lewat skor akhir 3-1.
Gol pembuka PSM tercipta pada menit ke-37 melalui eksekusi penalti Yuran Fernandes. Penalti tersebut diberikan wasit setelah Sheriddin Bobaev dilanggar oleh pemain lawan di kotak penalti, yang membuat tuan rumah unggul hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi PSM semakin terlihat jelas di lapangan. Sheriddin Bobaev memperlebar jarak skor menjadi 2-0 pada menit ke-59 setelah berhasil memanfaatkan peluang matang di depan gawang Persik Kediri.
Persik sempat memberikan perlawanan dan memperkecil selisih gol menjadi 2-1 pada menit ke-85 melalui tendangan penalti Ernesto Gomes. Meski demikian, momentum kebangkitan tim tamu langsung dipatahkan oleh gol ketiga PSM di masa injury time.
Luka Cumic mengunci kemenangan PSM Makassar pada menit ke-90+7 setelah memenangi duel satu lawan satu dengan kiper lawan. Tambahan tiga poin ini membuat PSM mengoleksi 31 poin dan berada di urutan ke-13 klasemen sementara.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Persik Kediri tertahan di posisi ke-12 dengan raihan 33 poin. Hasil dari dua laga ini mencerminkan betapa ketatnya perebutan poin di papan tengah dan bawah Super League Indonesia musim 2025/2026.