Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Irvansyah di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (29/4/2026), untuk membahas penguatan pengawasan laut guna menekan kebocoran penerimaan negara.
Sinergi antara Bakamla dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) difokuskan pada pengawasan aktivitas ilegal di jalur perairan yang berpotensi merugikan finansial negara, sebagaimana dilansir dari Money. Langkah ini menjadi krusial mengingat maraknya penyelundupan di wilayah perairan Indonesia.
Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengamankan pendapatan negara melalui patroli bersama dan pertukaran informasi kepabeanan yang lebih intensif.
ÔÇ£Untuk penguatan Bakamla sekaligus menjajaki kerja sama Bakamla dengan Bea Cukai demi mengamankan, meningkatkan pendapatan negara. Mengurangi kebocoran di laut,ÔÇØ kata Irvansyah, Kepala Bakamla RI.
Irvansyah berharap keterlibatan personelnya dapat diperluas dalam berbagai operasi penindakan pelanggaran di laut, terutama kasus-kasus penyelundupan yang berdampak langsung pada kas negara.
ÔÇ£Harapannya begitu. Harapannya kita dilibatkan, diikutsertakan, bergabung. Terutama yang di laut. Kalau sudah di darat, kita kan susah. Namanya Badan Keamanan Laut, bukan keamanan darat,ÔÇØ ujar Irvansyah, Kepala Bakamla RI.
Selama periode 2024 hingga 2025, institusi tersebut telah terlibat dalam penindakan berbagai komoditas ilegal, mulai dari tekstil, pakaian bekas, hewan ternak, hingga narkotika yang masuk dari luar negeri.
ÔÇ£Tekstil sama baju bekas yang kebanyakan dari Malaysia,ÔÇØ kata Irvansyah, Kepala Bakamla RI.
Meskipun skema kerja sama masih dalam tahap penyusunan awal dengan Dirjen Bea Cukai, pihak kementerian memberikan respon positif terhadap inisiatif perlindungan penerimaan negara tersebut.
ÔÇ£Detailnya belum kita susun. Sudah selintas sudah ngomong sama Dirjen Bea Cukai saya ya, kita akan siapkan,ÔÇØ ujar Irvansyah, Kepala Bakamla RI.
Laksdya TNI Irvansyah menutup keterangannya dengan menyebutkan bahwa rencana aksi kolaboratif ini telah mendapatkan restu untuk ditindaklanjuti secara teknis.
ÔÇ£Pak Menteri kelihatannya sudah setuju. Ya nanti kerja sama aja,ÔÇØ kata Irvansyah, Kepala Bakamla RI.