Bahlil Lahadalia Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Jalur Mandiri

Bahlil Lahadalia Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Jalur Mandiri
Foto: Ilustrasi Bahlil Lahadalia Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Jalur Mandiri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia memilih kebijakan mandiri guna menjaga ketahanan energi nasional pada Sabtu, (2/5/2026). Strategi ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari Money, pemerintah saat ini tidak serta-merta mengadopsi pendekatan dari negara lain dalam mengelola sektor energi. Sebaliknya, penyesuaian strategi dilakukan berdasarkan kebutuhan serta kondisi domestik untuk menghadapi dampak persaingan global dan konflik di Timur Tengah.

Bahlil menekankan bahwa situasi geopolitik saat ini sulit diprediksi sehingga setiap negara harus mengutamakan keselamatan masing-masing. Hal tersebut disampaikan dalam acara Sinergi Alumni IPB yang berlangsung di Jakarta.

"Kondisi geopolitik yang terjadi sekarang tidak ada satu negara pun yang dapat meramalkan kapan selesai. Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan energi harus disesuaikan karena semua negara mencari jalan keselamatannya masing-masing," ujar Bahlil, Menteri ESDM.

Indonesia saat ini menerapkan pendekatan pragmatis dengan mengoptimalkan sumber energi domestik yang masih tersedia. Pemanfaatan batu bara tetap dilakukan sembari menjalankan transisi energi secara bertahap agar tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat.

Langkah konkret lainnya mencakup penguatan bauran energi melalui pengembangan bahan bakar berbasis nabati. Pemerintah menargetkan peningkatan program biodiesel dari B40 menjadi B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2026 mendatang.

"Bulan Juli besok menjadi B50. Itu adalah cara untuk mengonversi substitusi impor kita dari B0 menjadi B50 Di mana campuran CPO dan methanol menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan FAME ini kemudian dicampur dengan B0. Inilah kemudian kenapa tidak lagi kita melakukan impor solar," jelas Bahlil, Menteri ESDM.

Selain biodiesel, pemerintah juga mulai mendorong pemanfaatan etanol sebagai bahan bakar substitusi bensin. Inisiatif ini diproyeksikan mampu membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian melalui pengolahan komoditas tebu, jagung, hingga singkong.

Kementerian ESDM kini fokus pada efisiensi kebijakan agar harga energi tetap dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Pemerintah tetap optimistis bahwa kombinasi kebijakan ini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional meskipun dinamika global terus berlanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi