Masyarakat yang memanfaatkan libur panjang akhir pekan pada 1ÔÇô3 Mei 2026 untuk bepergian ke luar kota pada malam hari diimbau mewaspadai risiko keselamatan akibat jarak pandang yang terbatas. Kondisi jalan yang lengang kerap memicu pengemudi meningkatkan kecepatan tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Peningkatan laju kendaraan pada kondisi gelap dapat memicu fenomena teknis berbahaya yang berkaitan dengan kemampuan pengereman dan jangkauan cahaya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pengguna jalan yang memilih melakukan perjalanan saat intensitas cahaya matahari sudah tidak ada lagi.
Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), memberikan penjelasan mendalam mengenai risiko mengemudi dengan kecepatan tinggi di malam hari. Dilansir dari Otomotif, ia menekankan adanya kondisi kritis yang disebut sebagai overdriving your headlight.
"Kondisi itu disebut dengan overdriving your headlight atau melampaui jarak pijar lampu. Artinya, laju kendaraan Anda terlalu cepat sehingga jarak berhenti yang dibutuhkan kendaraan ketika melakukan pengereman darurat lebih jauh dari panjang sorot lampu," ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC).
Marcell memberikan ilustrasi bahwa pengemudi tidak akan memiliki durasi yang memadai untuk menghentikan laju mobil secara aman jika melampaui batas kecepatan tersebut. Hal ini didasarkan pada perbandingan antara kecepatan kendaraan dan kemampuan lampu utama dalam menerangi objek di depan.
"Kondisi tersebut berbahaya karena pengemudi tidak akan punya waktu yang cukup untuk menghentikan mobil dengan aman," kata Marcell Kurniawan.
Sebagai perbandingan teknis, mobil yang melaju 70 km per jam (kpj) dengan sorot lampu 45 meter masih tergolong aman. Dalam simulasi pengereman darurat, kendaraan hanya membutuhkan jarak 40 meter untuk berhenti total, sehingga masih tersisa jarak aman sebesar 5 meter sebelum menyentuh objek.
"Artinya, masih tersisa 5 meter lagi untuk sampai ke titik benda itu berada. Dengan demikian, kondisinya tetap aman," katanya.
Namun, risiko kecelakaan meningkat drastis jika kecepatan ditambah menjadi 80 kpj dengan jarak sorot lampu yang sama. Pada kecepatan tersebut, jarak pengereman yang dibutuhkan membengkak menjadi sekitar 60 meter, yang berarti melampaui batas pandangan lampu sejauh 15 meter.
Meskipun benda berbahaya sudah terlihat dalam jangkauan cahaya, benturan tetap sulit dihindari karena teknis pengereman membutuhkan ruang yang lebih luas dari apa yang bisa dilihat oleh mata pengemudi. Penggunaan lampu jauh atau high beam dapat menjadi solusi alternatif namun dengan catatan khusus.
"Bisa pakai lampu jauh, cuma jangan terlalu sering dan keterusan. Kalau lampu jauh kena mata pengemudi lain, bisa menyebabkan snow blindness. Itu membahayakan pengendara lain dan diri kita juga," katanya.
Penggunaan lampu jauh yang tidak tepat dapat mengganggu visibilitas pengendara dari arah berlawanan. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk tetap menjaga kecepatan agar tidak melebihi kemampuan jarak pandang lampu utama kendaraan.