Dokter Anak Ingatkan Bahaya Trauma Jika Anak Bawah 7 Tahun Lihat Sembelih Kurban

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Trauma Jika Anak Bawah 7 Tahun Lihat Sembelih Kurban
Foto: Ilustrasi Dokter Anak Ingatkan Bahaya Trauma Jika Anak Bawah 7 Tahun Lihat Sembelih Kurban.

Mempersiapkan mental buah hati sebelum menyaksikan penyembelihan hewan kurban menjadi hal krusial yang wajib diperhatikan orang tua menjelang Hari Raya Idul Adha. Dikutip dari Suara, faktor usia dan kesiapan psikologis memegang peranan penting agar kegiatan tersebut tidak memicu dampak buruk pada emosi anak.

Anak-anak yang masih berusia di bawah 7 tahun dinilai rentan mengalami ketakutan hingga trauma karena keterbatasan fungsi kognitif. Fase perkembangan usia ini membuat mereka belum sanggup membedakan antara ritual keagamaan dengan bentuk tindakan agresif.

"Anak-anak di bawah usia 7 tahun biasanya belum bisa betul-betul memahami makna dari ritual idul adha atau proses penyembelihan kurban," jelas dokter spesialis anak dan konselor laktasi, dr. Aisya Fikritama A, Sp.A, melalui unggahan TikTok @draisya.fik, Selasa (26/5).

Kondisi tersebut berisiko memicu persepsi pada anak bahwa prosesi tersebut merupakan tindakan yang menyakiti binatang. Dampak emosionalnya cukup serius, di mana anak dapat menganggap penyembelihan sebagai kekerasan yang memicu rasa takut mendalam.

Hal berbeda terjadi pada anak yang sudah menginjak usia di atas 7 tahun karena kemampuan berpikir abstrak mereka telah berkembang. Pada usia ini, proses kognitif anak sudah lebih matang untuk menangkap nilai keagamaan dan esensi pengorbanan Idul Adha.

Meski begitu, orang tua tetap wajib membekali anak dengan informasi yang tepat sebelum memberikan izin menonton. Edukasi awal ini berperan sebagai pelindung mental bagi buah hati.

"Tetapi tetap sebaiknya mom and dad memberikan penjelasan terlebih dahulu ya tentang makna dari proses penyembelihan kurban ini sendiri," tegas dr. Aisya.

Penyampaian informasi secara tenang dan logis akan membantu anak memahami situasi di lapangan secara lebih baik. Jika anak tertarik melihat, orang tua dapat memfasilitasinya secara bijak dengan pengawasan yang ketat.

Langkah Pendampingan di Lokasi Kurban

Orang tua disarankan mengajak anak menonton dari jarak aman yang tidak terlalu dekat. Pastikan juga anak tetap merasa nyaman di tengah kondisi lingkungan yang berisiko penuh sesak dan bising.

Larangan keras berlaku bagi orang tua untuk tidak memaksa anak yang belum siap secara mental. Pemaksaan dinilai dapat merusak kesejahteraan emosional anak dalam jangka panjang.

"Jangan pernah memaksakan anak untuk melihat proses penyembelihan kurban kalau mereka tampak takut ataupun enggan," kata dr. Aisya mengingatkan.

Ketakutan yang dipaksakan berpotensi melekat lama dalam memori anak. Fokus utama orang tua dalam momen ini adalah menanamkan nilai kasih sayang serta semangat berbagi, bukan sekadar menjadikan penyembelihan sebagai tontonan.

Artikel terkait

Rekomendasi