Stasiun pertukaran baterai milik Aulton di Guangzhou, China, menawarkan solusi pengisian daya mobil listrik cepat yang hanya membutuhkan waktu sekitar 100 detik. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengganti baterai tanpa harus menunggu lama seperti pada sistem pengisian daya konvensional.
Dilansir dari Detik Oto, fasilitas generasi keempat ini mampu melayani berbagai produsen peralatan asli (OEM) otomotif. Kecepatan proses penggantian baterai tersebut diklaim sebagai solusi efisiensi bagi pengguna kendaraan listrik agar tidak perlu mengantre lama di titik pengisian daya.
"Selamat datang di Aulton, ini merupakan stasiun swab baterai yang telah berdiri sejak 2020 atau 6 tahun lalu," ujar Steven Qu, General manager International Business Division Aultron.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa infrastruktur ini memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar untuk melayani permintaan operasional harian. Proses penggantian baterai secara teknis dimulai sejak kendaraan masuk ke area antrean hingga selesai dipasang.
"Di dalamnya (sambil menunjuk Station) kami memiliki 60 baterai, dan kami melayani OEM baterai seperti dari GAC dan Dongfeng. Ini generasi keempat stasiun swab baterai, untuk mengganti baterai kami hanya membutuhkan 100 detik mulai dari mobil mengantri dan melakukan pergantian baterai," ucap Steven Qu.
Mengenai sistem pembayaran, layanan ini menerapkan skema tarif berdasarkan konsumsi daya yang digunakan oleh pelanggan. Harga yang dipatok disesuaikan dengan kapasitas energi dalam satuan kilowatt-hour (kWh).
"Untuk biaya, 1,4 RMB (Yuan)/kWh atau sekitar Rp 3.500 (dengan kurs 1 Yuan = Rp 2.522 Yuan)," lanjut Steven Qu.
Sistem ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang seringkali menyebabkan penumpukan antrean. Penerapan teknologi serupa dinilai potensial untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik jika diimplementasikan di wilayah lain.