Atletico Madrid dan Arsenal Berbagi Poin di Semifinal Liga Champions

Atletico Madrid dan Arsenal Berbagi Poin di Semifinal Liga Champions
Foto: Ilustrasi Atletico Madrid dan Arsenal Berbagi Poin di Semifinal Liga Champions.

Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 antara Atletico Madrid melawan Arsenal berakhir imbang 1-1 di Stadion Metropolitano pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini memicu ketegangan antara kedua manajer akibat serangkaian keputusan penalti yang melibatkan intervensi VAR.

Dilansir dari Bola, Arsenal sempat unggul lebih dahulu pada akhir babak pertama melalui eksekusi penalti Viktor Gyokeres. Penalti tersebut diberikan wasit setelah penyerang Arsenal itu dijatuhkan oleh bek Atletico, David Hancko, di dalam kotak terlarang.

Atletico Madrid kemudian menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat titik putih setelah tendangan Marcos Llorente mengenai tangan Ben White. Penyerang Julian Alvarez yang bertindak sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Drama memuncak saat wasit Danny Makkelie membatalkan keputusan penalti kedua untuk Arsenal bagi pelanggaran terhadap Eberechi Eze setelah meninjau layar VAR. Di sisi lain, Antoine Griezmann dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga yang penuh tekanan ini.

Manajer Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan kritik terhadap keputusan penalti pertama yang diberikan kepada tim tamu. Ia beranggapan bahwa kontak fisik yang terjadi dalam proses tersebut sangat minim untuk level kompetisi setinggi ini.

"Menurut pendapat saya , penalti pertama melibatkan kontak dari belakang, pemain tersebut mengantisipasi kontak dan terjatuh," jelas Simeone.

Pelatih asal Argentina tersebut juga memberikan pandangannya mengenai standar pelanggaran yang seharusnya berbuah hukuman penalti pada fase krusial kompetisi Eropa.

"Di semifinal Liga Champions, Anda membutuhkan penalti yang benar-benar merupakan penalti." papar Simeone.

Simeone mengamati bagaimana teknologi video membantu wasit dalam mengoreksi atau memperkuat keputusan di lapangan selama jalannya pertandingan berlangsung.

"Wasit memahami bahwa itu memang pelanggaran. Pada kesempatan lain, berkat VAR, dia memahami bahwa itu adalah penalti karena awalnya bukan pelanggaran handball, dan kemudian, pada kesempatan kedua, juga berkat VAR, itu bukan penalti." kata Simeone.

Ia menutup pernyataannya dengan menyoroti sisi subjektivitas penggunaan teknologi tersebut bagi tim yang bertanding.

"VAR terkadang memberikan keuntungan dari keraguan dan terkadang juga mengambilnya," lanjut Simeone.

Mikel Arteta, manajer Arsenal, menunjukkan kemarahan besar atas dianulirnya penalti kedua timnya. Ia meyakini bahwa pelanggaran terhadap Eze sudah sangat jelas sehingga tidak perlu dilakukan peninjauan berulang kali.

"Keputusan itu dan kemudian apa yang terjadi selama periode waktu tertentu. Wasit harus menontonnya 13 kali, itu lebih jelas dari itu," kata Arteta.

Arteta juga menegaskan rasa frustrasi yang dialami oleh seluruh elemen timnya akibat keputusan krusial wasit di markas Atletico tersebut.

"Itu tidak mungkin, dan ya, kami semua sangat marah karenanya," imbuh Arteta.

Terkait tekanan dari staf pelatih lawan dan atmosfer stadion yang riuh, Arteta menilai aturan seharusnya tetap ditegakkan tanpa terpengaruh kondisi sekitar.

"Itu tidak ada hubungannya dengan itu. Saya yakin mereka sangat menyadari bagaimana reaksi yang akan terjadi." tutur Arteta.

Manajer kelahiran Buenos Aires itu membandingkan konsistensi penerapan aturan antara penalti Ben White dengan insiden yang dialami oleh Eberechi Eze.

"Reaksi itu normal, kita perlu menerapkan aturannya. Hal yang sama yang saya katakan, bahwa mereka menerapkan aturan pada penalti Ben White, itu sulit diterima, tetapi itu adalah penalti yang tercantum dalam buku panduan." jelas Arteta.

Arteta mengakhiri pembicaraan dengan menegaskan kembali bahwa insiden yang melibatkan Eze adalah pelanggaran nyata sesuai pedoman wasit di awal musim.

"Dan seperti yang mereka katakan di awal musim, pelanggaran Ebs jelas dan sangat kentara. Itu saja." pungkas Arteta.

Artikel terkait

Rekomendasi