Aston Villa berhasil mengamankan poin penuh setelah mengalahkan Sunderland dengan skor tipis 4-3 dalam laga pekan ke-33 Liga Inggris di Villa Park pada Minggu (19/4/2026). Gol kemenangan tuan rumah tercipta secara dramatis pada masa injury time babak kedua.
Pertandingan berlangsung sengit dengan total tujuh gol yang tercipta sepanjang laga. Dilansir dari Bola, kemenangan ini membuat Aston Villa mantap di peringkat keempat klasemen dengan 58 poin, sementara Sunderland tertahan di posisi ke-11 dengan koleksi 46 poin.
Ollie Watkins membuka keunggulan Villa pada menit kedua sebelum disamakan oleh Chris Rigg menit kesembilan. Watkins kembali mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-36, dan Morgan Rogers memperlebar jarak menjadi 3-1 tepat saat babak kedua dimulai.
| Kategori Statistik | Aston Villa | Sunderland |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 50% | 50% |
| Akurasi Operan | 84% | 87% |
| Total Tembakan | 15 | 9 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 7 | 7 |
Sunderland menunjukkan perlawanan luar biasa menjelang akhir waktu normal melalui Trai Hume pada menit ke-86 dan Wilson Isidor satu menit kemudian. Namun, sontekan Tammy Abraham pada menit ke-90+3 memastikan kekalahan bagi tim tamu.
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, mengakui adanya rasa kecewa akibat kegagalan timnya mempertahankan momentum di menit-menit akhir pertandingan tersebut.
"I sedikit kecewa karena kami memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Habib memiliki peluang satu lawan satu, tetapi kemudian kami kebobolan gol di menit-menit akhir, jadi saya sedikit kecewa," tutur Regis Le Bris, pelatih Sunderland.
Le Bris menekankan bahwa meskipun kalah, para pemainnya telah menunjukkan identitas permainan yang kuat saat menghadapi salah satu tim papan atas.
"Kami sekali lagi menunjukkan karakter dan ketahanan, dan beberapa kualitas di beberapa momen, tetapi kami juga merasakan karakter dan kekuatan Aston Villa hari ini, dan mereka menciptakan banyak peluang," ujar pelatih asal Perancis tersebut.
Sebagai tim yang baru promosi, pelatih berusia 50 tahun tersebut menganggap setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran penting bagi skuatnya.
"Kami sedang belajar karena kami masih tim yang baru promosi di liga ini. Itu adalah tantangan yang berat. Kami bermain dengan identitas kami hingga akhir." kata Le Bris.
Ia juga memuji keberanian anak asuhnya dalam mengambil risiko guna mengubah dinamika permainan di tengah tekanan tuan rumah.
"Kami mengambil risiko, dan kami memiliki kemampuan untuk mengubah dinamika permainan." jelas Le Bris.
Sunderland kini bersiap menatap laga berikutnya guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen setelah kehilangan poin dalam drama tujuh gol ini.
"Kami menjalani setiap pertandingan selangkah demi selangkah, dan meskipun tanpa poin hari ini, kami masih berada di sana," tutup Le Bris.