Klub asal Inggris Aston Villa sukses menjuarai kompetisi Europa League setelah menumbangkan wakil Jerman Freiburg dengan skor telak 3-0 pada pertandingan final yang digelar di Stadion Besiktas, Istanbul, Kamis, 21 Mei 2026 dini hari WIB.
Kemenangan bersejarah tim asuhan Unai Emery ini mengakhiri puasa gelar Eropa mereka sejak tahun 1982, sekaligus menyempurnakan keberhasilan klub dalam mengamankan tiket lolos ke Liga Champions musim depan, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Gelandang Aston Villa Youri Tielemans membuka keunggulan timnya pada akhir babak pertama melalui eksekusi tendangan voli keras di dalam kotak penalti setelah memanfaatkan umpan silang dari skema sepak pojok pendek Morgan Rogers.
"Perasaan saya luar biasa. Suara saya agak serak tetapi tidak apa-apa. Kami telah berjuang keras, menampilkan performa puncak, dan menjalani musim yang hebat. Menutupnya dengan ini sungguh luar biasa," ujar Youri Tielemans, Gelandang Aston Villa.
Skema tendangan sudut yang berbuah gol pembuka tersebut diakui merupakan hasil dari sesi latihan taktik bola mati yang dipersiapkan dalam waktu singkat sebelum laga final bergulir.
"Kami hanya punya waktu satu hari untuk berlatih, kami melakukannya pada Senin dan itu berjalan dengan sangat gemilang malam ini. Sangat bahagia," tambah Youri Tielemans, Gelandang Aston Villa.
Pemain asal Belgia itu juga merefleksikan bagaimana seluruh elemen klub berjuang keras untuk bangkit dari performa buruk yang sempat melanda mereka pada awal kompetisi.
"Ini luar biasa. Ini adalah musim dengan banyak pasang surut. Kami memulainya dengan sangat buruk. Standar kami sangat rendah. Cara kami membalikkan keadaan adalah berkat kerja keras para pemain dan staf. Kami terus bekerja, percaya. Kami meraih kemenangan pada akhirnya, Liga Champions musim depan, dan sebuah trofi," tutur Youri Tielemans, Gelandang Aston Villa.
Kapten Aston Villa John McGinn memberikan apresiasi khusus atas kontribusi pelatih bola mati Austin MacPhee yang merancang strategi sepak pojok cerdik tersebut, yang sebelumnya sempat diuji coba saat melawan Liverpool.
"Saya bias, tetapi kami memiliki pelatih bola mati yang hebat. Kami mencoba sedikit menipu dengan bola mati tersebut. Kami melakukannya melawan Liverpool di akhir pekan. Youri memiliki kualitas hebat untuk mencetak gol. Jika itu saya, bola pasti sudah melambung di atas mistar!" canda John McGinn, Kapten Aston Villa.
Pemain lini tengah ini merasa sangat emosional atas pencapaian trofi pertama Villa dalam 30 tahun terakhir, mengingat klub pernah berada dalam situasi yang sangat terpuruk tujuh tahun lalu.
"Jujur, saya tidak bisa mempercayainya. Apa yang telah kami lalui sebagai sebuah klub, klub ini hampir berada dalam kondisi yang sangat buruk tujuh tahun ago. Malam ini adalah hasil dari semua yang telah kami bangun bersama. Rasa bangga yang saya rasakan saat laga tersisa 10 menit, tahu bahwa kami akan menjadi juara. Saya tidak bisa menggambarkannya," kata John McGinn, Kapten Aston Villa.
Bagi sang kapten, memimpin rekan-rekannya di podium juara merupakan pencapaian tertinggi sepanjang karier profesionalnya sebagai pesepak bola.
"Berada di sini sebagai kapten Aston Villa sungguh luar biasa. Ini adalah malam paling membanggakan dalam karier saya. Saya akan mencoba menikmatinya. Saya suka pesta, tetapi saya akan santai saja untuk mencoba meresapi semuanya," tutup John McGinn, Kapten Aston Villa.
Penyerang sayap Morgan Rogers kemudian mengunci kemenangan The Villans menjadi 3-0 pada babak kedua, setelah sebelumnya Emiliano Buendia turut mencetak gol kedua melalui sepakan melengkung sebelum turun minum.
"Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, kami telah bekerja sangat keras untuk ini. Kami telah membuktikannya dan berhasil melaluinya. Ini adalah momen luar biasa bagi para penggemar, luar biasa bagi klub. Kami akan tercatat dalam sejarah," timpal Morgan Rogers, Penyerang Aston Villa.