PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan kembali KMP Mamberamo Foja untuk melayani wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) di Indonesia Timur pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini dilakukan setelah kapal jenis Ro-Ro tersebut sempat berhenti beroperasi akibat kendala cuaca buruk.
Konektivitas di kawasan tersebut sangat bergantung pada armada ini untuk mendukung mobilitas penduduk serta distribusi kebutuhan pokok. Dilansir dari Money, kembalinya layanan ini bertujuan untuk menstabilkan akses transportasi masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
ÔÇ£Ia membawa akses ke pasar, ke layanan kesehatan, hingga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi lokal. Karena itu, kembalinya operasional KMP Mamberamo Foja menjadi lebih dari sekadar pelayaran, tetapi tentang memastikan kehidupan tetap berjalan,ÔÇØ kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo dalam keterangan resmi.
Pihak manajemen menekankan bahwa pelayanan penyeberangan ini merupakan instrumen penting bagi negara dalam menjaga keberlangsungan layanan publik di pelosok. Keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap jadwal keberangkatan yang telah disusun perusahaan.
ÔÇ£Kami memastikan layanan penyeberangan tetap hadir sebagai urat nadi konektivitas wilayah dengan mengedepankan keselamatan,ÔÇØ ujar Heru Widodo.
Selain fungsi sosial, operasional kapal feri ini diproyeksikan mampu mendongkrak sektor lain di Papua, termasuk pariwisata. Keberadaan moda transportasi yang rutin diharapkan dapat menarik kunjungan ke destinasi lokal yang selama ini terkendala akses.
ÔÇ£Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di Wilayah Timur Indonesia,ÔÇØ tambahnya.
Rute pelayaran mencakup lintasan BiakÔÇôTebaÔÇôBagusaÔÇôTrimurisÔÇôKasonaweja serta jalur BiakÔÇôBromsi dengan jadwal yang fleksibel menyesuaikan kondisi alam. General Manager ASDP Cabang Biak, Windra Soelistiawan menilai kesiapan armada sangat krusial karena kapal ini memiliki kapasitas 67 penumpang dan mampu mengangkut 7 unit kendaraan.
ÔÇ£Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,ÔÇØ jelas Windra Soelistiawan.
Konektivitas ini memfasilitasi pengiriman hasil alam seperti sagu dari Bagusa, hasil laut dari Biak, serta komoditas perikanan dan padi dari Kasonaweja. Berdasarkan data operasional tahun 2025, KMP Mamberamo Foja tercatat telah mengangkut 13.083 penumpang serta mendistribusikan sekitar 5.730 ton muatan curah di wilayah tersebut.