Arsenal Tersingkir Lewat Adu Penalti, Declan Rice: Rasanya Seperti Lotre!

Arsenal Tersingkir Lewat Adu Penalti, Declan Rice: Rasanya Seperti Lotre!
Foto: Arsenal Tersingkir Lewat Adu Penalti, Declan Rice: Rasanya Seperti Lotre!. (Illustration by Pexels)

Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya gagal mengangkat trofi Liga Champions 2025-2026. Meriam London harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final yang berlangsung dramatis.

Pertandingan puncak yang digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Arsenal akhirnya kalah tipis 3-4 melalui drama adu penalti yang menguras emosi.

Jalannya Pertandingan dan Drama Penalti

Arsenal sebenarnya sempat memimpin lebih dulu berkat gol cepat Kai Havertz pada menit ke-5. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele di menit ke-64 yang memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan.

Dalam babak adu penalti, mayoritas eksekutor PSG sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Tercatat hanya Nuno Mendes yang gagal menyarangkan bola ke gawang The Gunners.

Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan final antara PSG dan Arsenal:

  • Skor Waktu Normal: 1-1 (Havertz 5' | Dembele 64' pen).
  • Hasil Adu Penalti: 4-3 untuk kemenangan Paris Saint-Germain.
  • Eksekutor Arsenal yang Gagal: Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes.
  • Eksekutor PSG yang Gagal: Nuno Mendes.

Kegagalan dua penggawa Arsenal dalam mengeksekusi penalti menjadi penentu hasil akhir. Baik Eberechi Eze maupun Gabriel Magalhaes tidak mampu menaklukkan kiper PSG, Safonov, di momen krusial tersebut.

Dukungan Declan Rice untuk Rekan Setim

Declan Rice mengaku sangat sedih melihat rekan-rekannya gagal mengeksekusi penalti di panggung sebesar final Liga Champions. Kepada TNT Sports, ia mengungkapkan bahwa momen tersebut sangat menyakitkan bagi tim.

Meski kecewa, Rice menegaskan bahwa seluruh tim tetap memberikan dukungan moral kepada Eze dan Gabriel. Baginya, kegagalan di titik putih merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dinamika sepak bola profesional.

Rincian statistik penendang penalti kedua tim dalam laga final tersebut:

Kategori Paris Saint-Germain (PSG) Arsenal FC
Penendang Sukses 4 Pemain 3 Pemain
Penendang Gagal Nuno Mendes Eze & Gabriel
Kiper Utama Safonov David Raya

Tabel di atas menunjukkan betapa tipisnya selisih keberhasilan kedua tim dalam babak adu penalti. Satu kegagalan tambahan dari sisi Arsenal membuat trofi Si Kuping Besar terbang ke Paris.

Adu Penalti Ibarat Sebuah Lotre

Rice menganalogikan babak adu penalti sebagai sebuah lotre yang hasilnya sangat sulit diprediksi. Ia mengingatkan bahwa banyak pemain besar lainnya yang juga pernah mengalami kegagalan serupa di partai final.

Ia juga meminta semua pihak tidak melupakan kontribusi besar Eze dan Gabriel sepanjang musim ini. Rice percaya bahwa tanpa peran keduanya, Arsenal tidak akan mungkin bisa menjuarai Liga Inggris musim ini.

Gelandang timnas Inggris ini memilih untuk mengambil sisi positif dari perjuangan skuad Meriam London hingga ke babak final. Meski kalah, Rice merasa bangga karena timnya mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit terakhir.

Kekalahan ini memang menjadi pil pahit bagi seluruh pendukung Arsenal di seluruh dunia. Namun, perjalanan hingga ke final menunjukkan bahwa mentalitas juara mulai terbentuk di bawah asuhan Mikel Arteta.

Artikel terkait

Rekomendasi