Persaingan perebutan gelar juara Premier League musim 2025/2026 mengalami perubahan drastis setelah Arsenal terlempar dari posisi puncak klasemen. Dilansir dari Kompas, spanduk bertuliskan "Panic on the streets of London" terlihat di Etihad Stadium usai laga Manchester City kontra Arsenal yang berakhir dengan skor 2-1.
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang sebelumnya telah menguasai takhta klasemen selama berbulan-bulan. Namun, posisi tersebut harus lepas tepat saat kompetisi memasuki fase paling menentukan di akhir musim.
Manchester City kini mengambil alih kepemimpinan Liga Inggris setelah sebelumnya dikuasai Arsenal sejak Agustus 2025. City mengumpulkan 70 poin usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley, yang membuat mereka unggul selisih gol atas The Gunners meski mengoleksi poin yang sama.
Keberhasilan Erling Haaland dan rekan-rekannya merangsek ke posisi pertama didorong oleh performa impresif dengan catatan tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan liga terakhir. Momentum positif ini berbanding terbalik dengan kondisi internal tim tamu yang sedang merosot.
Pasukan Mikel Arteta tercatat menelan empat kekalahan dari enam laga terakhir di seluruh kompetisi, termasuk dua kekalahan beruntun di kancah domestik. Pola ini seolah mengulang kegagalan musim-musim sebelumnya, di mana Arsenal finis sebagai runner-up dalam tiga tahun terakhir.
"Dua minggu lalu, skenario ini tidak terlihat mungkin terjadi," kata kapten City Bernardo Silva usai pertandingan kontra Arsenal.
Tekanan yang dialami Meriam London semakin berat karena mereka masih harus membagi konsentrasi di ajang Liga Champions. Keberhasilan menembus babak semifinal memaksa Arteta untuk melakukan rotasi pemain di tengah persaingan ketat liga.
Kondisi berbeda dialami Manchester City yang tampil lebih tajam karena tidak memiliki beban ganda yang serupa. Penyerang andalan mereka, Erling Haaland, terus menunjukkan produktivitasnya dengan torehan 23 gol sebagai pencetak gol terbanyak musim ini.
Haaland menjadi sosok kunci dengan mencetak gol penentu kemenangan saat menghadapi Arsenal pekan lalu. Ia kembali mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan City atas Burnley di Turf Moor pada Kamis, 23 April 2026 dini hari WIB.
"Setiap pertandingan adalah final," kata Haaland.
Meskipun posisi timnya sedang terjepit, Mikel Arteta menegaskan bahwa peluang juara belum sepenuhnya tertutup bagi Arsenal. Ia optimistis timnya masih bisa mengejar ketertinggalan dalam sisa pertandingan yang tersedia.
"Ini liga baru sekarang, semua masih bisa diperebutkan," ujarnya.
Peta Persaingan Lima Laga Sisa
Pernyataan Arteta tersebut akan diuji dalam lima pertandingan sisa musim ini. Manchester City memiliki jadwal yang relatif lebih menantang dibandingkan Arsenal karena harus melakoni laga tandang ke markas Everton dan Bournemouth.
City juga dijadwalkan menutup musim dengan menjamu Aston Villa di kandang sendiri. Namun, keunggulan jadwal Arsenal tidak menjadi jaminan mengingat performa mereka yang sedang tidak stabil dan mudah kehilangan poin krusial.
Tim papan bawah seperti Burnley, yang sudah dipastikan terdegradasi, masih bisa memberikan kejutan bagi Arsenal saat bertandang ke Emirates Stadium. Setiap kehilangan poin di fase ini dapat menutup peluang gelar juara bagi salah satu tim.
Data klasemen saat ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat dengan jumlah poin identik di posisi dua besar. Manchester City memimpin dengan keunggulan produktivitas gol setelah menjalani pekan pertandingan yang krusial.
| Posisi | Klub | Poin | Gol | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Manchester City | 70 | 66 | +37 |
| 2 | Arsenal | 70 | 63 | +37 |