Arsenal Singkirkan Atletico Madrid untuk Amankan Tiket Final di Budapest

Arsenal Singkirkan Atletico Madrid untuk Amankan Tiket Final di Budapest
Foto: Ilustrasi Arsenal Singkirkan Atletico Madrid untuk Amankan Tiket Final di Budapest.

Arsenal memastikan diri lolos ke babak final Liga Champions di Budapest setelah menghentikan perlawanan Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 2-1. Keberhasilan ini diraih menyusul kemenangan tipis satu gol tanpa balas atas wakil Spanyol tersebut dalam laga yang berlangsung di Stadion Emirates, sebagaimana dilansir dari Suara.

Gol penentu kemenangan skuad asuhan Mikel Arteta dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Bukayo Saka sesaat sebelum berakhirnya babak pertama. Hasil ini membuat ambisi Atletico Madrid untuk meraih trofi musim ini resmi berakhir tanpa gelar setelah sebelumnya juga gagal di kompetisi domestik.

Jalannya pertandingan sempat diwarnai perdebatan mengenai keputusan wasit Daniel Siebert pada menit ke-56 saat Antoine Griezmann terjatuh di kotak penalti. Namun, wasit justru memberikan pelanggaran untuk keuntungan Arsenal karena adanya insiden antara Marc Pubill terhadap Gabriel yang terjadi sebelumnya.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan tanggapan terkait keputusan pengadil lapangan tersebut dalam konferensi pers usai laga. Ia memilih untuk tidak menjadikan insiden penalti tersebut sebagai alasan atas kegagalan timnya mencapai partai puncak.

"I tidak akan fokus pada sesuatu yang sederhana seperti insiden Griezmann," ujar Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Simeone mengakui adanya kontak yang terjadi pada penyerang asalnya tersebut. Kendati demikian, ia menerima penjelasan wasit mengenai pelanggaran lain yang lebih dulu terdeteksi oleh perangkat pertandingan.

"Sudah jelas, itu adalah pelanggaran. Wasit mengatakan ada pelanggaran oleh Marc [Pubill] terhadap salah satu pemain mereka," lanjut Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Arsitek tim asal Argentina tersebut menegaskan bahwa dirinya menolak untuk berlindung di balik keputusan wasit. Baginya, menyalahkan faktor eksternal hanya akan menjadi pembenaran yang tidak produktif bagi evaluasi tim.

"I tidak akan fokus pada hal itu. Itu akan menjadi alasan, dan saya tidak ingin membuat alasan," tegas Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Meski harus tersingkir, Simeone menyatakan tetap bangga terhadap daya juang anak asuhnya yang mampu bersaing dengan klub-klub berkekuatan finansial besar. Ia menilai pencapaian hingga babak semifinal merupakan bukti bahwa identitas timnya tetap disegani di Eropa.

"Kami sampai di tempat yang tidak dibayangkan siapa pun, bersaing dengan tim dengan kekuatan luar biasa," tutur Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Ia juga menyinggung kembali komitmen yang pernah diucapkannya kepada para pendukung saat masa pramusim. Pelatih berjuluk El Cholo ini merasa telah memenuhi janjinya untuk membentuk tim yang kompetitif di semua ajang.

"I merasa bangga berada di tempat saya sekarang. Di pramusim, saat tim diperkenalkan, saya katakan kami akan berkompetisi. Dan kami berkompetisi," jelas Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Namun, Simeone menyadari bahwa pencapaian tanpa trofi tidak akan pernah memuaskan ekspektasi para penggemar. Walaupun telah menunjukkan pertumbuhan besar sebagai klub yang diakui dunia, hasil akhir tetap menjadi ukuran utama.

"Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah sampai ke tempat-tempat yang tidak mudah untuk dicapai," tambah Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Perjalanan Atletico di kompetisi Eropa musim ini sebenarnya cukup impresif, termasuk saat mereka berhasil menyingkirkan Barcelona di fase sebelumnya. Hal tersebut dipandang sebagai indikator perkembangan positif bagi kemajuan klub secara global.

"Kami telah tumbuh secara besar-besaran dalam setiap aspek, kami adalah klub yang diakui di Eropa dan dunia," kata Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Kegagalan di Liga Champions ini melengkapi catatan pahit Los Rojiblancos yang tertinggal jauh dalam perburuan gelar LaLiga dari Barcelona dan Real Madrid. Sebelumnya, harapan mereka di kompetisi piala domestik juga pupus setelah menelan kekalahan pada laga final Copa del Rey.

"Tetapi para penggemar ingin menang. Mencapai semifinal saja tidak cukup," pungkas Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Arsenal kini menunggu calon lawan mereka di partai final Budapest antara pemenang laga Paris Saint-Germain melawan Bayern Munich.

Artikel terkait

Rekomendasi