Klub asal Inggris, Arsenal, berhasil menembus babak semifinal Liga Champions musim 2025/2026 dan tengah bersiap melakoni laga penentu di London untuk mengincar gelar juara pertama mereka. Pencapaian ini diraih setelah The Gunners menahan imbang Atletico Madrid dengan skor 1-1 pada laga leg pertama di Spanyol.
Klub asal London tersebut kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengangkat trofi tertinggi kompetisi antarklub Eropa tersebut. Peningkatan performa terlihat signifikan sejak musim lalu, di mana Arsenal mampu menjaga stabilitas permainan mereka di level kontinental.
Berdasarkan data statistik yang dilansir dari Sportsetup, performa Arsenal di Liga Champions menunjukkan tren yang terus membaik. Pada musim 2024/2025, langkah mereka sempat terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan agregat 1-3 dari Paris Saint-Germain (PSG).
Sebelum gugur di semifinal musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta ini tampil dominan dengan menghancurkan PSV di babak 16 besar dan menyingkirkan Real Madrid melalui keunggulan agregat 5-1 pada perempat final. Pada fase liga musim 2024/2025, mereka finis di posisi ketiga dengan mengantongi enam kemenangan.
Musim ini, terdapat peluang terjadinya laga ulangan di partai final melawan PSG. Wakil Prancis tersebut baru saja memastikan langkah maju setelah meraih kemenangan tipis atas Bayern Munchen dengan skor total 5-4.
Secara historis, pencapaian terbaik Arsenal di kompetisi ini masih tertahan pada musim 2005/2006 saat mereka berhasil melaju ke babak final. Meskipun dikenal konsisten mencapai fase gugur sejak era 2000-an, keberhasilan menembus semifinal dalam dua musim berturut-turut menjadi catatan positif bagi skuad muda mereka.
Berikut adalah rincian rekam jejak perjalanan Arsenal di kompetisi Liga Champions dari tahun ke tahun:
| Musim | Hasil | Rekor (M-S-K) |
|---|---|---|
| 2025/26 | Semifinal | 10-3-0 |
| 2024/25 | Semifinal | 9-2-4 |
| 2023/24 | Perempat final | 4-2-3 |
| 2016/17 | 16 besar | 4-2-2 |
| 2015/16 | 16 besar | 3-0-5 |
| 2014/15 | 16 besar | 6-2-2 |
| 2013/14 | 16 besar | 6-1-3 |
| 2012/13 | 16 besar | 4-1-3 |
| 2011/12 | 16 besar | 6-2-2 |
| 2010/11 | 16 besar | 5-0-3 |
| 2009/10 | Perempat final | 7-2-3 |
| 2008/09 | Runner-up | 5-1-1 |
| 2007/08 | Perempat final | 7-3-2 |
| 2006/07 | 16 besar | 5-3-2 |
| 2005/06 | Final | 8-4-1 |
| 2004/05 | 16 besar | 3-4-1 |
| 2003/04 | Perempat final | 5-2-3 |
| 2002/03 | Fase grup kedua | 4-5-3 |
| 2001/02 | Fase grup kedua | 5-1-6 |
| 2000/01 | Perempat final | 7-3-4 |
| 1999/00 | Fase grup pertama | 2-2-2 |
| 1998/99 | Fase grup | 2-2-2 |
| 1991/92 | Putaran kedua | 1-2-1 |
| 1971/72 | Perempat final | 4-0-2 |
Kestabilan permainan yang ditunjukkan dalam beberapa musim terakhir membuka peluang lebih besar bagi Arsenal untuk melangkah lebih jauh. Saat ini tim fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan penentuan di kandang sendiri demi mengamankan tiket menuju partai puncak.