Arsenal kembali harus menelan pil pahit setelah gagal mengakhiri puasa gelar di ajang paling bergengsi antarklub Eropa, Liga Champions. Kekalahan menyakitkan ini dialami The Gunners saat berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada laga final musim 2025/2026.
Pertandingan yang digelar di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB tersebut berakhir tragis bagi tim asal London Utara itu. Skuad asuhan Mikel Arteta harus menyerah melalui drama adu penalti yang dramatis.
Kegagalan ini nyatanya tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi para pendukung Arsenal, tetapi juga menjadi bahan olok-olok bagi rival sekota mereka. Chelsea, sesama klub asal London, terpantau langsung melancarkan sindiran tajam tak lama setelah laga usai.
Melalui unggahan di media sosial resminya, The Blues seolah sengaja menambah beban emosional yang tengah dirasakan oleh para penggemar Arsenal. Chelsea memanfaatkan momen kekalahan sang rival untuk membanggakan koleksi trofi internasional yang mereka miliki.
Sindiran Halus Melalui Tawaran Tur Stadion
Chelsea mengemas ledekan tersebut dalam bentuk promosi kegiatan Stadium Tour atau tur stadion di markas mereka, Stamford Bridge. Dalam unggahan itu, mereka mengajak publik untuk melihat secara langsung koleksi trofi lengkap di lemari juara mereka.
Isi kutipan promosi sekaligus sindiran dari akun resmi Chelsea adalah sebagai berikut:
- "Ayo kunjungi markas trofi London! 🏆 Pesan tur stadion Stamford Bridge Anda sekarang juga melalui tautan di story kami atau di bio kami," tulis akun resmi Chelsea di media sosial.
Pesan promosi ini dinilai sangat provokatif karena menyasar titik lemah Arsenal yang hingga kini belum pernah mencicipi gelar juara Liga Champions. Foto-foto yang disertakan dalam unggahan tersebut mempertegas maksud sindiran yang ingin disampaikan.
Pada slide pertama foto tersebut, Chelsea secara mencolok menampilkan trofi Liga Champions yang mereka menangkan pada tahun 2012 dan 2021. Pemandangan ini tentu menjadi kontras yang menyakitkan bagi pihak Meriam London.
Tak berhenti di situ, foto kedua memperlihatkan trofi Piala Dunia Klub yang mereka raih pada edisi 2025. Faktanya, kedua gelar prestisius tersebut memang masih menjadi barang langka yang belum pernah menghiasi lemari trofi Arsenal sepanjang sejarah klub.
Reaksi Legenda dan Publik Media Sosial
Aksi jenaka namun tajam dari Chelsea ini langsung menarik perhatian jutaan pengguna media sosial dalam waktu singkat. Unggahan di Instagram tersebut terpantau telah mendapatkan lebih dari 700.000 tanda suka dan dibanjiri puluhan ribu komentar.
Banyak tokoh publik dan penggemar sepak bola yang menyadari bahwa unggahan ini murni ditujukan untuk "merayakan" kegagalan Arsenal. Salah satunya adalah presenter ternama Ibnu Jamil yang turut memberikan komentar pada unggahan tersebut.
Berikut adalah beberapa reaksi menonjol dari figur publik terkait unggahan tersebut:
- "Chelsea... Sumpah kamu Jahaaattt," tulis presenter Ibnu Jamil yang merespons aksi sindir The Blues.
- Legenda sekaligus mantan kapten Chelsea, John Terry, kedapatan memberikan respons berupa emoji tertawa terbahak-bahak di kolom komentar.
Kehadiran John Terry dalam kolom komentar seolah memberikan validasi atas rivalitas sengit kedua klub London tersebut. Terry sendiri merupakan bagian penting saat Chelsea pertama kali mengangkat trofi Si Kuping Besar di Munchen pada tahun 2012 silam.
Jalannya Pertandingan Final yang Dramatis
Pertandingan di Budapest sebenarnya sempat memberikan harapan besar bagi Arsenal di awal laga. Meriam London berhasil memecah kebuntuan dan unggul lebih dulu melalui aksi gol yang dicetak oleh Kai Havertz.
Namun, keunggulan tersebut sirna di babak kedua setelah PSG mendapatkan hadiah penalti. Penyerang asal Prancis, Ousmane Dembele, sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dan membuat skor menjadi imbang 1-1.
Skor sama kuat tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir dan dilanjutkan ke babak tambahan. Karena tetap tidak ada gol baru yang tercipta, pemenang laga final ini harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Berikut adalah detail kegagalan Arsenal dalam babak adu penalti yang menegangkan:
- Arsenal akhirnya harus menyerah dengan skor tipis 3-4 di babak adu penalti melawan PSG.
- Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjadi pemain yang gagal mengeksekusi penalti, sehingga impian juara Arsenal pun sirna.
Kekalahan ini seakan mengulang trauma masa lalu Arsenal yang pernah terjadi tepat 20 tahun yang lalu. Pada tahun 2006, mereka juga gagal di partai final setelah terkena aksi comeback menyakitkan dari Barcelona dengan skor 1-2.
Perbandingan Koleksi Trofi Eropa Klub London
Untuk memahami mengapa sindiran Chelsea begitu menyengat, perlu dilihat kembali catatan prestasi kedua klub di level internasional. Berikut adalah ringkasan singkat pencapaian trofi mayor yang menjadi dasar persaingan status di London.
Tabel Koleksi Gelar Internasional Utama:
| Jenis Trofi | Chelsea | Arsenal |
|---|---|---|
| Liga Champions (UCL) | 2 (2012, 2021) | 0 |
| Piala Dunia Klub | 2 (2021, 2025) | 0 |
| Liga Europa / UEFA Cup | 2 (2013, 2019) | 0 |
Data di atas memperlihatkan jurang perbedaan prestasi yang cukup lebar antara kedua tim di kancah Benua Biru. Hal inilah yang mendasari klaim Chelsea sebagai tim tersukses di London saat ini dalam urusan trofi internasional.
Kemenangan PSG di final kali ini juga membawa mereka ke level baru sebagai penguasa Eropa bersama klub-klub elit lainnya. Sementara itu, Arsenal harus kembali bersabar dan membangun kekuatan untuk mencoba lagi di musim-musim mendatang.