Arsenal Juara Premier League Usai Penantian Dua Dekade Lebih

Arsenal Juara Premier League Usai Penantian Dua Dekade Lebih
Foto: Ilustrasi Arsenal Juara Premier League Usai Penantian Dua Dekade Lebih.

Arsenal resmi mengamankan gelar juara Premier League sekaligus mengakhiri masa penantian panjang selama 22 tahun. Kepastian tersebut diperoleh setelah sang rival, Manchester City, tertahan lewat hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Bournemouth.

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi manajer Mikel Arteta, seperti dilansir dari Suara. Manajer asal Spanyol tersebut sukses menjawab keraguan publik setelah dalam tiga musim berturut-turut Arsenal hanya menyandang status sebagai runner-up.

Trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris ini akhirnya kembali ke Emirates Stadium. Pencapaian luar biasa Arsenal sepanjang musim ini tidak lepas dari penerapan metode unik yang diinstruksikan oleh Arteta di luar lapangan.

Arteta menerapkan beragam strategi psikologis yang tidak biasa untuk menempa mental para pemainnya. Ia diketahui pernah memutar lagu legendaris Liverpool di sesi latihan, menyewa pencopet profesional untuk melatih kewaspadaan, hingga menghadirkan seekor anjing tim bernama Win.

Selain itu, terdapat pohon zaitun mini berusia 150 tahun di ruang kerjanya yang difungsikan sebagai simbol ketenangan. Di pusat latihan klub, sebuah siluet hitam trofi Premier League yang lama menjadi simbol mimpi kini telah menyala seiring kesuksesan tim.

Langkah pembenahan juga menyasar ke ruang ganti pemain. Pihak manajemen menggelontorkan dana sekitar £250 juta atau setara Rp5,5 triliun pada musim panas lalu untuk memboyong delapan pilar baru demi memperkuat kedalaman skuad.

Arteta menghapus sistem kasta di antara para pemain agar tercipta persaingan yang sehat. Hubungan emosional antarpemain dipererat melalui aktivitas bersama, mulai dari bermain golf yang diinisiasi kapten Martin Odegaard, menggunakan sauna, hingga bermain papan permainan Parchis.

Faktor spiritual juga memegang peranan penting dalam membangun kebersamaan tim. Eberechi Eze diketahui bertindak sebagai pemimpin doa bersama bagi seluruh anggota skuad sebelum pertandingan dimulai.

Ketajaman Bola Mati dan Momen Kebangkitan

Dari segi teknis, Arsenal bertransformasi menjadi tim yang sangat menakutkan melalui situasi bola mati. Di bawah arahan pelatih khusus Nicolas Jover, The Gunners berhasil memproduksi 36 gol dari skema set-piece sepanjang musim ini.

Kendati demikian, performa Arsenal sempat terganggu akibat raihan hasil minor saat bersua Wolves dan menelan kekalahan dari Manchester City di Etihad Stadium. Namun, momentum kebangkitan tim segera terbangun pascakekalahan tersebut.

"Ini belum selesai," ucap Rice kepada rekan-rekan usai kekalahan dari City seperti dilansir dari The Sun.

Pernyataan dari Declan Rice di ruang ganti itu berhasil memicu motivasi skuad untuk tampil lebih konsisten pada laga-laga berikutnya. Setelah mengunci gelar domestik, musim bersejarah Arsenal berpeluang semakin lengkap karena mereka dijadwalkan tampil di final Liga Champions melawan PSG.

Artikel terkait

Rekomendasi