Arsenal menutup musim kompetisi dengan luar biasa setelah resmi mengunci gelar juara Premier League. Kepastian ini didapat usai The Gunners memetik kemenangan tipis 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Hasil positif tersebut menjadi kemenangan kesembilan bagi tim asuhan Mikel Arteta dalam 10 pertemuan terakhir melawan Palace. Tambahan tiga poin ini sekaligus menyamai rekor impresif skuad legendaris The Invincibles dengan catatan 26 kemenangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tim tamu langsung mengambil inisiatif menyerang untuk menekan pertahanan tuan rumah. Pertandingan baru berjalan empat menit, Gabriel Jesus nyaris membuka keunggulan namun sepakannya membentur tiang gawang.
Bola liar hasil pantulan tiang tersebut sempat disambar oleh Noni Madueke. Sial bagi Arsenal, tembakan Madueke masih bisa diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Dean Henderson.
Gabriel Jesus kembali memperoleh peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Akan tetapi, Henderson lagi-lagi tampil gemilang di bawah mistar dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Upaya serangan bertubi-tubi tim tamu akhirnya membuahkan hasil melalui kerja sama apik dua pemain asal Brasil. Gabriel Martinelli melepaskan umpan terobosan akurat yang langsung disambut oleh Gabriel Jesus.
Lewat sebuah tendangan keras ke arah tiang dekat, Gabriel Jesus sukses menaklukkan Henderson dan memecah kebuntuan. Crystal Palace sempat memberikan ancaman sebelum jeda melalui sundulan terbang Daniel Mu├▒oz, namun Kepa Arrizabalaga cekatan melakukan penyelamatan.
Memasuki paruh kedua pertandingan, strategi baru diterapkan oleh kedua manajer dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Keputusan Arteta memasukkan Kai Havertz langsung memberikan dampak instan di lapangan.
Gol kedua Arsenal berawal dari eksekusi sepak pojok yang diambil oleh Martinelli ke arah tiang jauh. Havertz memenangi duel udara dan menyundul bola ke jalur pergerakan Madueke.
Tanpa mengontrol bola, Madueke langsung menyambutnya dengan tendangan voli terukur yang bersarang rendah di dalam gawang Palace. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Meriam London.
Laga ini juga menghadirkan momen emosional bagi para pendukung tim tamu saat Mikel Merino masuk menggantikan posisi Max Dowman. Dowman sendiri baru saja memecahkan rekor sebagai pemain starter termuda dalam sejarah kompetisi Liga Premier.
Kehadiran Merino di lapangan menandai kembalinya sang gelandang setelah harus absen selama berbulan-bulan akibat cedera parah. Sementara dari kubu tuan rumah, Eberechi Eze yang merupakan lulusan akademi Arsenal turut dimasukkan oleh manajer Palace.
Jelang laga usai, Crystal Palace sempat memperkecil ketertinggalan melalui kombinasi dua pemain pengganti mereka. Umpan silang yang dilepaskan Y├®remy Pino berhasil disundul dengan sempurna oleh Jean-Philippe Mateta ke dalam gawang.
Pino bahkan sempat kembali menggetarkan jala gawang tim tamu tidak lama setelah gol pertama terjadi. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Evann Guessand dinilai sudah berdiri dalam posisi offside dan aktif mengganggu jalannya permainan.
Skor ketat 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Pasukan Mikel Arteta pun merayakan keberhasilan mereka dengan mengangkat trofi Premier League di hadapan para pendukung setia yang bertandang.
Bagi manajer Palace, Oliver Glasner, hasil minor di laga kandang terakhir ini memutus tren positif lima pertandingan tidak terkalahkan di Selhurst Park. Usai laga ini, kedua kesebelasan langsung mengalihkan fokus penuh untuk bersiap menghadapi laga final kompetisi Eropa masing-masing pada pekan depan.