Arsenal Juara Liga Inggris Usai Penantian 22 Tahun

Arsenal Juara Liga Inggris Usai Penantian 22 Tahun
Foto: Ilustrasi Arsenal Juara Liga Inggris Usai Penantian 22 Tahun.

Arsenal resmi mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun dengan menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Kepastian gelar juara bagi klub London Utara ini diperoleh setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang di kandang Bournemouth pada Rabu dini hari, dilansir dari Media Indonesia.

Keberhasilan ini sekaligus melunasi janji manajer Mikel Arteta kepada para pendukung setahun lalu ketika timnya kembali finis di posisi kedua. Trofi musim ini menjadi gelar perdana bagi Meriam London sejak era legendaris Invincibles pada tahun 2004 silam.

Mantan penjaga gawang Liga Primer, Paul Robinson, turut menyoroti kesabaran manajemen Arsenal dalam memetik buah manis dari kepemimpinan jangka panjang sang pelatih asal Spanyol tersebut.

"Mikel Arteta sudah berada di sana dalam waktu lama. Hadiah terbaik untuk manajer bagus adalah waktu," kata Paul Robinson kepada BBC.

Sejak menukari Arsenal pada akhir tahun 2019, Mikel Arteta telah mentransformasi skuad yang sempat kehilangan arah menjadi tim dengan pertahanan paling kokoh di Inggris. Duet bek William Saliba dan Gabriel Magalhaes bersama kiper David Raya menjadi pilar utama ketangguhan lini belakang mereka.

Arsenal mencatatkan rekor pertahanan luar biasa dengan menorehkan 19 clean sheet di Liga Primer musim ini. Berdasarkan data statistik, anak asuh Mikel Arteta sukses membatasi expected goals lawan di bawah angka 0,50 dalam 18 pertandingan dari 37 laga yang sudah dimainkan.

Mikel Arteta sendiri menyatakan bahwa dia memang ingin menanamkan mentalitas kolektif di dalam tim, di mana setiap pemain depan hingga lini tengah wajib berkontribusi penuh dalam skema bertahan.

ÔÇ£Kuncinya semua pemain berlari 100 mil per jam untuk setiap bola. Penyerang, winger, gelandang serang, semuanya harus mencintai bertahan,ÔÇØ kata Arteta kepada Sky Sports pada 2024 lalu.

Selain sektor pertahanan yang solid, produktivitas gol dari situasi bola mati juga menjadi kunci sukses berkat kontribusi pelatih set-piece Nicolas Jover. Gol sundulan Kai Havertz ke gawang Burnley mencetak rekor baru di kompetisi melalui gol ke-18 Arsenal dari sepak pojok.

Ketajaman skema ini sangat membantu tim saat tiga bintang utama mereka, Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz, terpaksa menepi secara bergantian karena hantaman cedera sepanjang musim.

Manajemen Arsenal juga dinilai sukses memperkuat kedalaman tim melalui perekrutan sejumlah nama baru seperti Viktor Gyokeres, Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Noni Madueke, Piero Hincapie, Cristhian Mosquera, hingga Kepa Arrizabalaga.

Langkah strategis ini memberikan dampak signifikan pada rotasi pemain, di mana para pilar pengganti Arsenal menyumbang total 22 kontribusi gol sepanjang musim ini.

Artikel terkait

Rekomendasi