Arsenal resmi mengunci gelar juara Liga Premier Inggris musim ini. Kepastian tersebut didapat setelah kompetitor terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth di Vitality Stadium.
Hasil pertandingan ini sekaligus menyudahi dominasi Manchester City di takhta juara. Bagi Arsenal, trofi ini menjadi gelar liga pertama mereka sejak musim 2004, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Langkah Manchester City dalam pertandingan ini terasa berat di tengah rumor rencana kepergian pelatih Pep Guardiola. Padahal, skuad Manchester Biru wajib meraih poin penuh demi menjaga asa juara hingga pekan terakhir.
City awalnya membuka peluang melalui kolaborasi Antoine Semenyo dan J├®r├®my Doku. Namun, tendangan kaki kiri Doku berhasil dihalau penjaga gawang ├Éor├░e Petrovic. Semenyo sempat menggetarkan jala gawang mantan klubnya, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Nasib serupa dialami Evanilson yang sepakan jarak dekatnya melambung sebelum dinyatakan offside. Bournemouth justru mengejutkan tim tamu dengan mencetak gol pembuka lewat Junior Kroupi yang memaksimalkan umpan Adrien Truffert.
Junior Kroupi berhasil menciptakan ruang sebelum melepaskan tembakan melengkung kaki kanan yang melewati Gianluigi Donnarumma. Gol ini langsung memicu perayaan besar, baik bagi pendukung tuan rumah maupun fans Arsenal di London Utara.
Memasuki paruh kedua, Gianluigi Donnarumma dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Adrien Truffert dan Junior Kroupi. Bournemouth nyaris menambah keunggulan melalui sontekan Rayan dan tendangan David Brooks yang membentur tiang serta mistar gawang.
Anak asuh Pep Guardiola baru bisa menyamakan skor menjelang laga usai melalui tembakan menyudut Erling Haaland. Namun, Manchester City gagal membalikkan kedudukan hingga laga berakhir, yang sekaligus meresmikan pesta juara Arsenal di Emirates Stadium.
Hasil imbang ini memupus ambisi Manchester City mempertahankan mahkota Liga Domestik setelah sebelumnya berhasil mengamankan dua trofi domestik lain. Sementara itu, Bournemouth memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 17 pertandingan dan memastikan tiket Liga Europa.
Sebelum laga Bournemouth kontra City, Arsenal sudah berada di ambang juara usai menumbangkan Burnley dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan The Gunners dicetak oleh Kai Havertz.
Kontribusi Kai Havertz tersebut sempat diwarnai kontroversi karena sang pemain lolos dari sanksi kartu merah setelah melakukan tekel keras. Kemenangan atas Burnley membuat pasukan Mikel Arteta sempat memimpin dengan keunggulan 5 poin di puncak klasemen.
Senjata bola mati kembali menjadi penentu kemenangan krusial bagi Arsenal dalam laga melawan Burnley tersebut. Keunggulan poin yang diraih Arsenal akhirnya tidak mampu lagi dikejar oleh Manchester City yang tersandung di markas Bournemouth.