Arsenal berhasil mengunci gelar juara Liga Inggris setelah kompetitor terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang oleh Bournemouth. Keberhasilan ini membuat tim asuhan Mikel Arteta tidak mungkin terkejar di sisa satu pertandingan dengan selisih empat poin, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Pencapaian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang The Gunners selama 22 tahun untuk kembali mengangkat trofi Premier League. Sebelum memastikan gelar musim ini, klub asal London Utara itu harus puas menjadi runner-up selama tiga musim berturut-turut.
Kesabaran manajemen klub dalam mempertahankan Arteta kini membuahkan hasil manis setelah sempat muncul tekanan besar untuk memecatnya. Arsitek tim asal Spanyol itu pernah berada di ujung tanduk pada musim 2020/2021 ketika performa Arsenal merosot ke peringkat 15 pada periode November hingga Desember 2020.
Mantan gelandang Arsenal, Paul Merson, menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan klub yang tetap memercayai sang manajer di tengah gelombang kritik. Merson juga menyoroti keberanian Arteta dalam mengambil keputusan besar di dalam skuad selama masa kepemimpinannya.
"Akan sayang sekali kalau Arteta meninggalkan Arsenal lebih dulu dan tidak memenangi Premier League, mengingat kinerjanya. Ingat ketika dia menyingkirkan para pemain top kayak Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Oezil, para pemain top saat itu dan ia mengambil kesempatannya," kata Paul Merson di Sky Sports.
Menurut Merson, juru taktik Arsenal tersebut layak mendapatkan apresiasi besar atas konsistensi performa tim yang sebenarnya sudah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.
"Dia menerima banyak kredit untuk titel. Butuh waktu memang, tapi itu memang sudah selalu dekat dengannya. Misal, kalau Anda kasih 50 poin untuk posisi pertama, 25 poin untuk posisi dua, dan lima poin untuk posisi tiga, Arsenal akan jadi yang terbaik selama 3-4 tahun terakhir," ujar Paul Merson.