Arsenal Juara Liga Inggris Akhiri Paceklik Gelar Selama 22 Tahun

Arsenal Juara Liga Inggris Akhiri Paceklik Gelar Selama 22 Tahun
Foto: Ilustrasi Arsenal Juara Liga Inggris Akhiri Paceklik Gelar Selama 22 Tahun.

Ejekan yang selama ini melekat pada Arsenal akhirnya terpatahkan setelah klub tersebut resmi mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini. Dilansir dari Media Indonesia, kepastian trofi ini menyudahi label negatif yang kerap dialamatkan kepada skuad London Utara setelah bertahun-tahun gagal dalam persaingan jalur juara.

Pesta besar langsung pecah di pusat latihan klub yang berlokasi di London Colney untuk merayakan keberhasilan menyudahi paceklik gelar selama 22 tahun. Kegembiraan para pemain dan staf dipastikan setelah Manchester City menelan hasil minor di kandang Bournemouth pada pertandingan pekan ke-37, Rabu (20/5) dini hari, yang membuat posisi Arsenal di puncak klasemen tidak mungkin terkejar lagi.

Sebelum merayakan kesuksesan ini, Arsenal sering kali mendapat olok-olok sebagai tim yang melempem di saat-saat krusial karena finis sebagai runner-up dalam tiga musim berturut-turut.

ÔÇ£Dengar baik-baik, selama 22 tahun mereka menertawakan kami. Sekarang mereka tidak tertawa lagi. Lihat saja, trofi ini akan terus bersinar,ÔÇØ kata Bukayo Saka usai selebrasi di markas latihan klub.

Pencapaian musim ini menjadi momen pembuktian besar bagi manajer Mikel Arteta yang terus menerima tekanan akibat kegagalan pada fase-fase akhir musim sebelumnya. Komposisi skuad saat ini juga diisi oleh pilar-pilar muda yang bahkan belum lahir atau masih balita ketika klub terakhir kali memenangi kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut pada tahun 2004.

Keberhasilan ini sekaligus memicu diskusi baru mengenai transformasi gaya bermain komparatif antara era taktis saat ini dengan filosofi sepak bola indah era Invincibles 2004 asuhan Arsene Wenger. Pasukan Arteta kini dinilai tampil dengan pendekatan yang lebih pragmatis, penuh perhitungan, disiplin, dan mengutamakan efisiensi taktik di lapangan.

Legenda klub Thierry Henry menegaskan bahwa perdebatan mengenai estetika permainan tidak lagi relevan ketika tim berhasil mengamankan gelar juara.

ÔÇ£I don't have to like it, even as an Arsenal fan. But I respect it. That's the most important thing,ÔÇØ kata Henry saat memberikan komentar kepada Sky Sports pada Maret lalu.

Menurut Henry, publik di luar tidak pernah mengetahui dinamika internal yang sesungguhnya terjadi di dalam ruang ganti dan hanya menilai berdasarkan hasil akhir. Mantan penyerang tersebut menilai tugas utama Arteta adalah membawa trofi kembali ke klub, dan target tersebut kini telah terpenuhi secara nyata.

Di luar lapangan, keberhasilan emosional ini memicu gelombang besar di jagat digital termasuk munculnya narasi viral mengenai gangguan teknis pada WhatsApp Web. Selain itu, ucapan selamat juga mengalir dari berbagai tokoh lintas profesi seperti Perdana Menteri Inggris hingga pembalap Formula 1 Lewis Hamilton.

Artikel terkait

Rekomendasi