Arsenal harus merelakan trofi Liga Champions 2026 jatuh ke tangan PSG setelah kalah dalam babak adu penalti yang dramatis di Puskas Arena, Budapest. Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang sebenarnya berambisi mengukir sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
Meski gagal di kancah Eropa, The Gunners setidaknya masih bisa sedikit terhibur setelah memastikan diri sebagai jawara Liga Inggris musim ini. Namun, kegagalan di final tetap memicu diskusi panas mengenai kedalaman skuad mereka.
Evaluasi Lini Depan Usai Kekalahan Menyakitkan
Legenda Arsenal, Martin Keown, langsung memberikan kritik tajam dan mendesak Mikel Arteta untuk segera membenahi sektor penyerangan. Menurutnya, perombakan lini depan adalah harga mati jika ingin Arsenal tampil lebih kompetitif di musim depan.
Dalam laga tersebut, Arsenal sebenarnya unggul lebih dulu berkat gol Kai Havertz. Namun, penalti Ousmane Dembele menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga waktu normal dan tambahan waktu berakhir.
Kekalahan Arsenal di babak adu penalti ditentukan oleh kegagalan beberapa pemain kunci dalam mengeksekusi bola dari titik putih :
- Eberechi Eze: Pemain ini menjadi penendang pertama Arsenal yang gagal menyarangkan bola ke gawang PSG.
- Gabriel Magalhaes: Bek andalan ini gagal pada tendangan penentu setelah bola hasil sepakannya melambung di atas mistar.
- Skor Akhir: Arsenal akhirnya harus mengakui keunggulan PSG dengan skor 3-4 di babak adu penalti tersebut.
Momen ini menjadi sorotan utama karena kegagalan pada tahap krusial membuat Arsenal harus menunggu lebih lama lagi untuk mencicipi gelar juara Liga Champions pertama mereka.
Sorotan Tajam Terhadap Performa Havertz dan Gyokeres
Martin Keown memberikan perhatian khusus kepada kondisi fisik dan konsistensi Kai Havertz di lini depan. Ia menyebut bahwa Havertz jarang menyelesaikan pertandingan penuh secara konsisten dalam setahun terakhir.
"Kai Havertz memang bermain 90 menit penuh malam ini, namun itu tercatat baru pertandingan penuh keduanya dalam 18 bulan belakangan," ujar Keown saat berbicara kepada TNT Sports.
Selain Havertz, rekrutan mahal Viktor Gyokeres juga tak luput dari evaluasi setelah dianggap belum memberikan dampak maksimal bagi tim :
| Pemain | Poin Evaluasi Martin Keown |
|---|---|
| Viktor Gyokeres | Tidak menjadi starter di laga final dan kontribusinya masih dipertanyakan sejak dibeli 64 juta pounds. |
| Sektor Sayap | Posisi sayap kiri dianggap perlu penyegaran dengan mendatangkan pemain baru yang lebih eksplosif. |
| Kebutuhan Tim | Mikel Arteta diprediksi kuat akan melakukan belanja pemain untuk memperdalam kualitas skuad. |
Keown meyakini bahwa manajemen klub dan Arteta tidak akan tinggal diam dan akan aktif bergerak pada bursa transfer musim panas mendatang.
Dukungan Pendapat dari Steven Gerrard
Senada dengan Keown, mantan kapten Liverpool Steven Gerrard juga menilai bahwa Arsenal masih membutuhkan sosok "pembeda" di lini serang. Ia melihat The Gunners perlu menambah daya gedor agar bisa konsisten di banyak kompetisi sekaligus.
Gerrard menegaskan bahwa untuk bersaing di level tertinggi secara berkelanjutan, Arsenal tidak boleh hanya bergantung pada pola permainan yang ada saat ini. Penambahan pemain berkualitas di area depan menjadi kebutuhan yang mendesak bagi klub asal London Utara tersebut.