Arema FC membidik kemenangan penuh saat menjamu PSIM Yogyakarta pada laga pemungkas pekan ke-34 Super League 2025-2026 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Jumat (22/5/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi klub berjuluk Singo Edan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada suporter mereka di kandang sendiri, meskipun posisi tim sudah aman dari degradasi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Klub asal Malang tersebut tetap mengincar hasil maksimal demi menjaga harga diri dan kebanggaan tim di akhir musim. Jajaran pelatih memastikan tidak ada ruang untuk eksperimen pemain karena fokus utama adalah mengamankan tiga poin.
Tekanan untuk meraih hasil terbaik tetap dirasakan oleh skuad Singo Edan menjelang laga penutup ini.
"Tekanan adalah hal wajar di tim besar, tapi kami sangat senang bisa menyelesaikan musim ini. Tentu kami tidak puas dengan posisi di klasemen, kami ingin memberikan posisi yang lebih baik di pekan terakhir ini," ujar pelatih Arema FC Marcos Santos.
Arsitek tim asal Brasil tersebut menyadari dinamika yang dihadapi pasukannya sepanjang kompetisi berlangsung.
"Tapi saya yakin yang cukup baik mengingat masalah-masalah yang dihadapi Arema sepanjang tahun ini," imbuh Marcos Santos.
Arema FC berambisi melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sukses menaklukkan PSM Makassar dan PSBS Biak.
"Pikiran kami adalah untuk menang, sangat penting untuk mengakhiri musim di kandang dengan kemenangan," tutur Marcos Santos.
Lawan yang dihadapi kali ini merupakan tim promosi yang dinilai kerap menyulitkan barisan pertahanan lawan sepanjang musim.
"Tiga kemenangan beruntun jika Tuhan mengizinkan. Ini laga sulit, Jogja punya tim bagus, pemain bagus, dilatih dengan baik, dan pelatihnya juga sudah memulai dan mengakhiri musim di sana," kata pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Juru taktik Arema FC itu menginstruksikan para pemainnya untuk tampil habis-habisan layaknya sebuah pertandingan puncak.
"Kami menghadapi laga ini seperti sebuah final. Tidak ada persahabatan, kami mencari kemenangan untuk memberikan yang terbaik bagi Arema," sambung Marcos Santos.
Dukungan penuh dari Aremania di stadion diharapkan menjadi suntikan energi tambahan bagi para pemain yang bertanding.
"Pemain sangat termotivasi, sangat siap. Kami bekerja keras sepanjang musim dan Aremania adalah bahan bakar bagi kami," cetus Marcos Santos.
Kehadiran suporter di tribun dinilai sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas perjuangan seluruh elemen tim yang sempat melewati masa-masa sulit.
"Akan sangat bagus jika suporter bisa datang ke stadion dan memberikan apresiasi terutama kepada para pemain yang telah berdedikasi sepanjang musim, yang meninggalkan keluarga, meninggalkan teman, dan berusaha melakukan yang terbaik," tambah Marcos Santos.
Perjalanan Arema FC pada musim ini diwarnai tantangan berat, termasuk beban emosional pasca-Tragedi Kanjuruhan serta duka kehilangan sosok almarhum Pak Kuncoro.
"Tapi Arema itu kuat dan suporter Arema adalah faktor utama klub ini. Jadi semoga mereka bisa datang ke stadion dan banyak mendukung serta menyemangati kami di pertandingan," pungkas Marcos Santos.