Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko menyatakan kesiapannya untuk meletakkan jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan tim meraih trofi juara Super League 2025/2026, seperti dilansir dari Suara pada Kamis (21/5/2026).
Skuad Macan Kemayoran dipastikan menyudahi kompetisi dengan finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Hasil tersebut membuat Persija gagal bersaing dengan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang sukses menempati posisi dua besar.
Kegagalan memenuhi target utama yang dicanangkan sejak awal musim ini memicu dampak besar di internal tim. Ardhi mengaku menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen, meskipun hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi mengenai masa depannya.
"Saya dalam hal ini sebagai manajer tentunya punya rasa tanggung jawab terhadap tim,ÔÇØ kata Ardhi Tjahjoko.
Ardhi merasa bertanggung jawab penuh atas pencapaian performa skuad sepanjang musim ini sebelum menentukan langkah selanjutnya.
ÔÇ£Di mana target kami juara, tetapi kami tidak juara, duduk di peringkat ketiga. Jadi, saya serahkan ke pimpinan, saya siap untuk mundur,ÔÇØ tambah Ardhi Tjahjoko.
Di sisi lain, Persija masih menyisakan satu laga pamungkas di kompetisi musim ini. Tim ibu kota dijadwalkan menjamu Semen Padang di Jakarta International Stadium pada Sabtu (23/5/2026).
Ardhi menegaskan bahwa seluruh tim tetap membidik kemenangan mutlak demi mengamankan tiga poin terakhir, tanpa meremehkan kekuatan lawan yang sudah dipastikan terdegradasi.
"Kami akan berjuang maksimal dengan pertandingan terakhir. Mudah-mudahan kita bisa meraih tiga poin," jelas Ardhi Tjahjoko.
Manajemen tim tetap memandang serius kekuatan Semen Padang yang dinilai tetap berpotensi memberikan perlawanan sengit di lapangan.
"Kalau bagi saya mau tim papan bawah, papan atas, sama saja. Semuanya mempunyai kekuatan juga. Jadi, kita tetap maksimal pada laga besok. Targetnya kami harus menang, harus tiga poin besok," tegas Ardhi Tjahjoko.