Aprilia Larang Team Order di Tengah Persaingan Ketat Martin dan Bezzecchi

Aprilia Larang Team Order di Tengah Persaingan Ketat Martin dan Bezzecchi
Foto: Ilustrasi Aprilia Larang Team Order di Tengah Persaingan Ketat Martin dan Bezzecchi.

CEO Aprilia Massimo Rivola menegaskan tidak akan menerapkan kebijakan instruksi tim atau team order bagi dua pebalapnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang kini tengah memuncaki persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Persaingan internal ini semakin meruncing setelah Martin memenangi GP Perancis pada Minggu, 10 Mei 2026.

Kemenangan tersebut membuat selisih poin antara Martin dan Bezzecchi kini hanya terpaut satu angka saja. Dilansir dari Otomotif, Rivola memilih untuk memberikan keleluasaan penuh kepada kedua penunggang RS-GP tersebut untuk beradu cepat secara adil di lintasan balap.

"Aturan sederhananya adalah mereka harus saling menghormati satu sama lain," ucap Rivola dikutip dari Crash.net, Rabu (13/5/2026).

Rivola menekankan bahwa profesionalisme adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas tim di tengah tensi perebutan gelar. Manajemen Aprilia hanya akan melakukan intervensi apabila batasan sportivitas antarpebalap mulai dilanggar selama jalannya kompetisi musim ini.

"Jika mereka melakukannya (saling hormat), tidak akan ada masalah. Siapa yang paling beruntung, dialah yang akan menang. Jika tidak, saya harus melakukan tugas saya dan mengingatkan mereka kembali," kata Rivola.

Dominasi pabrikan asal Noale ini terlihat jelas setelah mereka berhasil menguasai seluruh podium di Sirkuit Le Mans. Meski demikian, kepemimpinan Aprilia belum sepenuhnya aman karena pebalap lain seperti Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio masih membayangi dengan selisih waktu yang sangat tipis.

"Saya tidak ingin terdengar membosankan, tapi ini masih terlalu dini. Kalau melihat jaraknya, kita bicara soal selisih beberapa detik saja sepanjang balapan, itu bukan apa-apa," tutur Rivola.

Rivola mengakui bahwa saat ini motor Aprilia telah menjadi standar tertinggi atau patokan bagi tim lain di grid MotoGP. Penilaian ini diperkuat oleh performa impresif pebalap tim satelit, Ai Ogura, yang dinilai semakin mahir dalam mengelola ketahanan ban saat balapan berlangsung.

"Kami punya dua pebalap yang sangat kuat dan profesional. Saya rasa mereka tahu aturannya, yang saya sebut 'aturan hitam' dalam dua kata: rasa hormat satu sama lain," pungkas Rivola.

Artikel terkait

Rekomendasi