Apple dilaporkan tetap melanjutkan pengembangan iPhone Air 2 sebagai satu-satunya ponsel flagship ultra tipis generasi mendatang setelah para kompetitor global memutuskan untuk membatalkan produk serupa. Langkah ini diambil di tengah laporan rendahnya angka penjualan generasi pertama yang tidak mencapai target pasar.
Dominasi Apple dalam segmen ponsel tipis ini terjadi karena vendor lain khawatir produk mereka akan mengalami kegagalan komersial. Berdasarkan informasi pada Minggu (3/5/2026), kegagalan tren ponsel ultra tipis dipicu oleh angka penjualan yang berada di bawah ekspektasi industri sejak peluncuran perdananya.
Data aktivasi perangkat menunjukkan performa pasar yang lesu untuk kategori perangkat ini secara keseluruhan. Dilansir dari Detik iNET, ponsel ultra tipis milik vendor asal China hanya mampu mencatatkan 50.000 aktivasi, sementara model iPhone Air pertama pun mengalami kesulitan serupa di pasar global.
Lembaga survei KeyBanc Capital Markets turut melaporkan bahwa hampir tidak ada permintaan konsumen terhadap iPhone Air original. Penurunan minat ini berdampak signifikan pada lini produksi, di mana analis Ming-Chi Kuo menyebutkan adanya pemangkasan kapasitas produksi hingga lebih dari 80 persen.
Kondisi pasar tersebut memaksa produsen besar seperti Xiaomi dan Vivo untuk membatalkan rencana perilisan perangkat super tipis mereka. Meskipun produksi iPhone Air versi pertama diyakini telah dihentikan sepenuhnya, Apple tetap mempersiapkan strategi baru untuk generasi kedua melalui revisi perangkat keras yang signifikan.
iPhone Air 2 dijadwalkan meluncur pada musim semi tahun 2027 bersamaan dengan jajaran iPhone 18. Apple berencana menyematkan fitur baru seperti kamera ultrawide, teknologi vapor chamber untuk pendinginan, serta penggunaan baterai yang lebih besar guna mengatasi kritik pada model sebelumnya.
Untuk mendukung desain yang tetap ramping namun bertenaga, Apple dikabarkan meminta pasokan modul Face ID yang lebih tipis. Perusahaan juga berencana mengadopsi teknologi panel OLED terbaru dari Samsung yang diklaim lebih tipis dan memiliki tingkat kecerahan lebih tinggi dibandingkan generasi terdahulu.