APINDO Bantah Program Magang Jadi Kedok Upah Murah Pekerja

APINDO Bantah Program Magang Jadi Kedok Upah Murah Pekerja
Foto: Ilustrasi APINDO Bantah Program Magang Jadi Kedok Upah Murah Pekerja.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam membantah tudingan bahwa program magang perusahaan merupakan upaya pemberian upah murah pada rapat di Gedung DPR RI, Selasa (14/4/2026).

Langkah pembukaan ruang magang tersebut diklaim sebagai solusi atas rendahnya kualitas pendidikan calon tenaga kerja yang kerap gagal saat menjalani proses rekrutmen karyawan tetap. Dilansir dari Detik Finance, skema ini memberikan kesempatan bagi calon pekerja untuk beradaptasi.

"Nggak, sekarang magang proses supaya dia bisa bekerja. Karena banyak yang kita tes, terutama yang pendidikannya kualitasnya rendah, begitu tes tidak diterima," ujar Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO.

Bob menambahkan bahwa melalui masa magang selama tiga hingga enam bulan, peserta yang awalnya tidak kompeten terbukti mampu menunjukkan performa yang baik. Ia menilai perbedaan upah antara pemagang dan karyawan tetap merupakan hal yang wajar karena adanya perbedaan tingkat keterampilan.

Kebutuhan akan program magang ini semakin mendesak mengingat hasil survei internal APINDO menunjukkan kondisi pasar kerja yang sedang lesu. Data asosiasi mencatat sekitar 67% perusahaan di Indonesia menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan rekrutmen pegawai baru dalam waktu dekat.

Angka tersebut disampaikan Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR RI. Selain penurunan minat rekrutmen, survei yang sama mengungkap bahwa 50% perusahaan memilih untuk tidak melakukan ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi