Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis memprioritaskan evaluasi tingkat konsentrasi para pemainnya menjelang laga tandang melawan Persiba Balikpapan pada Minggu, 26 April 2026, guna mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara.
Dilansir dari Kompas, evaluasi ini dilakukan setelah skuat Laskar Sembada menunjukkan pola kebobolan pada menit-menit awal babak kedua dalam dua pertandingan terakhir di kompetisi kasta kedua tersebut.
Ansyari Lubis menegaskan bahwa persoalan hilangnya fokus di lapangan sudah sering dibahas dalam internal tim agar tidak terus berulang pada laga-laga krusial mendatang.
"Iya sebenarnya itu sudah kita berulang kali bahas. Ini bukan satu dua pertandingan. Konsentrasi dan fokus itu paling utama, terutama di menit-menit awal babak pertama dan di menit-menit awal babak kedua. Itu yang harus mereka lebih bisa saling mengingatkan," kata Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Pelatih kepala tersebut mengingatkan bahwa setiap individu memikul tanggung jawab besar karena kelalaian satu orang pemain dapat mengubah hasil akhir sebuah pertandingan.
"Dalam sepak bola, satu pemain yang tidak fokus akan berdampak ke hasil pertandingan," ujar Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
PSS Sleman saat ini mengoleksi 52 poin dan hanya terpaut dua angka dari Persipura Jayapura, serta tiga angka dari Barito Putera dengan sisa dua pertandingan di musim ini.
Lawan berikutnya, Persiba Balikpapan, dinilai akan tampil habis-habisan di bawah arahan pelatih Leonard Tupamahu untuk menghindari ancaman degradasi dari grup mereka.
"Di bawah kepemimpinan Coach Leo, mereka menampilkan permainan yang militan. Itu yang harus kita antisipasi. Biar bagaimanapun mereka juga mau keluar dari zona degradasi. Ketika mereka dengan motivasi dan intensitas tinggi, kita juga harus lebih dari mereka," kata Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Instruksi khusus telah diberikan kepada para penggawa PSS untuk menerapkan permainan menekan sejak awal dan tidak membiarkan tim lawan mengembangkan pola serangan.
"Kita jangan mau ditekan, harus kita yang menekan mereka. Semua pemain harus mau berkorban. Ketika kita tidak dengan bola, kita harus sama-sama secepatnya merebut bola," ujar Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Selain faktor pertahanan, efektivitas penyelesaian peluang juga menjadi fokus utama dalam sesi latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, pada Kamis, 23 April 2026.
Meski terdapat evaluasi teknis, kondisi fisik skuat PSS dipastikan stabil menyusul kembalinya Dominikus Dion yang telah pulih dari masalah kram otot.