Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mendorong Indonesia untuk mengadopsi model keberhasilan India yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8 persen pada kuartal II tahun 2025 dalam acara IndCham Gala Dinner di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Langkah ini dinilai relevan mengingat Indonesia saat ini tengah berupaya mengejar target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Investortrust, transformasi digital, inovasi, dan industrialisasi menjadi motor utama pesatnya performa ekonomi India saat ini.
Anindya menyoroti kedekatan hubungan diplomatik antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi. Menurutnya, momentum politik saat ini berada pada titik terbaik untuk mendorong arus investasi dan perdagangan antar kedua negara.
"Senang melihat dua pemimpin besar, PM Modi dan Presiden Prabowo, selalu memiliki hubungan yang sangat baik. Dan itu membantu kami para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi," ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Ia menambahkan bahwa ekspektasi global terhadap Indonesia dan India sangat tinggi, terutama karena posisi keduanya yang dianggap sebagai titik terang di kawasan Global South. Keyakinan tersebut muncul setelah dirinya melakukan berbagai kunjungan ke negara-negara anggota BRICS seperti Brasil, Afrika Selatan, dan Tiongkok.
"Banyak orang memiliki ekspektasi besar terhadap Indonesia dan India. Mereka menyebut para pemimpin kedua negara sebagai titik terang di kawasan Global South," kata Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Anindya berpendapat bahwa Indonesia harus segera beralih dari sekadar niat politik menuju aksi ekonomi yang nyata. Hal ini didasari oleh rekam jejak pertumbuhan ekonomi India yang konsisten melampaui capaian rata-rata Indonesia dalam tiga dekade terakhir.
"India tumbuh 7ÔÇô8%. Itu patut dicontoh oleh Indonesia. Indonesia telah tumbuh 5% selama 30 tahun terakhir. Jadi saya rasa sudah saatnya belajar dari seseorang yang telah berhasil atau (untuk Indonesia) yang saat ini sedang (berusaha) mencapai pertumbuhan 8%," ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Persamaan bonus demografi menjadi faktor krusial lainnya, di mana Indonesia memiliki 285 juta penduduk sementara India dihuni lebih dari 1,2 miliar jiwa. Anindya mengapresiasi para pengusaha India yang telah menanamkan modalnya secara konsisten di tanah air.
"Anda semua bisa menjadi duta bisnis India untuk Indonesia," kata Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Tercatat sedikitnya ada 100 perusahaan India yang beroperasi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$1,56 miliar. Sebaliknya, baru terdapat 16 perusahaan Indonesia yang berekspansi ke India, sebuah angka yang menurut Anindya masih berpotensi besar untuk ditingkatkan di masa depan.
Sinergi ekonomi ini rencananya akan diwujudkan secara lebih konkret melalui operasionalisasi Indonesia-India CEO Forum. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis mulai dari teknologi informasi, industri kreatif, hingga industri jasa yang menjadi keunggulan utama India.