Penyanyi Anggun C. Sasmi mulai memperkenalkan dunia perhiasan kepada putrinya, Kirana, yang kini sudah beranjak dewasa. Langkah ini diambil karena Anggun menganggap pemahaman tentang kualitas perhiasan sebagai bentuk menghargai privilese dan warisan keluarga.
Meski Kirana mulai tertarik dengan perhiasan, Anggun memilih tidak terburu-buru mempercayakan koleksinya. Ia ingin memberikan perhiasan tersebut pada momentum yang benar-benar tepat.
"Sekarang karena anakku sudah 18 tahun, kayaknya udah akan mulai memberitahu dia tentang jewelry. Memberitahu dia untuk sesuatu yang eksklusif, yang sebenarnya tuh adalah satu privilese," kata Anggun dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (22/5).
"Dari dulu tuh anakku selalu yang 'ah Mama ini gelangnya bagus gitu'. Aku billing 'Iya nanti jangan dipinjem dulu gitu, nanti kamu ambil nanti kalau udah besar'. Tapi sekarang udah 18, jadi maybe mungkin tahun depan lah," selorohnya.
Bagi Anggun, perhiasan merupakan simbol kasih sayang yang akan diturunkan secara turun-temurun melintasi generasi. Oleh karena itu, ia selalu mengutamakan kualitas terbaik yang dapat bertahan lama.
"This is from mom, grandmother, memberikan kualitas yang terbaik diamond-nya. Understated but yet never ordinary," tutur Anggun.
Kecintaan terhadap perhiasan ini mengantarkan Anggun menjadi House Ambassador untuk lini perhiasan milik Wanda Ponika. Pendiri Wanda House of Jewels tersebut memilih Anggun setelah melihat adanya ikatan jiwa yang kuat antara sang penyanyi dengan mahakarya perhiasannya.
"Dan semakin aku ngobrol sama Mbak Anggun, semakin aku kenal dia, ya aku merasa Wanda dan Anggun itu Anggun banget dan Anggun itu Wanda banget. Bukan fisiknya, tapi the soul. Tadi kita understate kayak ya udah, just be herself," jelas Wanda Ponika, Founder of Wanda House of Jewels.
Nilai kekeluargaan serta dedikasi tinggi dalam proses pembuatan menjadi alasan utama Anggun menerima pinangan sebagai Brand Ambassador tersebut.
"Wanda House of Jewels ini tuh bukan toko perhiasan ya. Mereka tuh bener-bener jeweler, alias pembuat perhiasan. Mereka membuat, segala sesuatunya itu ada atensinya, ada intention-nya," ujar Anggun.