Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan kritik tajam terhadap kondisi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, yang dinilainya mulai kehilangan daya tarik pada Sabtu (18/4/2026). Ia menyebut minimnya pemain asing berkualitas sebagai faktor utama kemunduran liga tersebut.
Kualitas kompetisi domestik yang menurun disinyalir menjadi penyebab utama kegagalan Timnas Italia bersaing di level internasional, termasuk absennya Gli Azzurri dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Fenomena ini menarik perhatian Ancelotti yang melihat perbedaan besar antara kondisi saat ini dengan masa kejayaan Serie A dahulu.
"Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar TV yang besar dan investor yang kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik," kata Ancelotti dilansir dari Detik Sport.
Penurunan daya beli klub-klub Italia terlihat dari catatan belanja pemain yang cenderung stagnan dibandingkan liga top Eropa lainnya. Rekor transfer termahal di Liga Italia hingga kini masih dipegang oleh Juventus saat mendatangkan Cristiano Ronaldo seharga 117 juta Euro pada 2018 silam.
Dominasi finansial Si Nyonya Tua juga terlihat dalam daftar lima besar pembelian termahal sejarah liga yang mencakup nama-nama seperti Gonzalo Higuain, Matthijs de Ligt, Dusan Vlahovic, hingga Arthur Melo. Di sisi lain, klub-klub lain mulai beralih pada kebijakan mendatangkan pemain berusia di atas 30 tahun secara gratis.
"Jadi di Serie A, sudah tidak ada lagi pemain-pemain internasional yang luar biasa," ujar Ancelotti.
Kurangnya sosok pemain bintang dunia di liga tersebut dianggap menghambat proses regenerasi dan pembelajaran bagi para talenta muda lokal. Ancelotti mengenang era di mana para legenda dunia masih merumput di tanah Italia sebagai standar perkembangan pemain.
"Ada Maradona, Platini, Krol, Rummenigge, Ronaldo, Ronaldinho, dan semua pemain hebat lainnya dari era lampau, tapi sekarang ini dari siapa para pemain muda Italia bisa belajar?" tutup Ancelotti.