Kegagalan Timnas Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 pada Jumat (17/4/2026) mendapat sorotan tajam dari pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti. Absennya Gli Azzurri untuk ketiga kalinya secara beruntun ini dipicu oleh penurunan intensitas dan hilangnya talenta hebat di kompetisi domestik.
Krisis prestasi sepak bola Italia semakin terlihat setelah tidak ada satu pun wakil Serie A yang mampu mencapai babak semifinal di kompetisi antarklub Eropa musim ini. Kondisi tersebut melengkapi catatan buruk Italia yang terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia pada edisi 2014 silam, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
"Perbedaan mendasarnya adalah kecepatannya. Bukan hanya lari fisik, tetapi juga kecepatan mental, keterlibatan yang konstan, intensitas, yang bukan kata kosong dan tidak bisa hanya diterapkan pada fase-fase tertentu dalam pertandingan. Sepakbola Italia telah kehilangan hal itu. Kekokohannya juga hilang," kata Ancelotti kepada Il Giornale.
Eks pelatih AC Milan tersebut menilai fokus berlebihan pada strategi permainan justru menjadi bumerang bagi identitas sepak bola Italia. Pergeseran pola kepelatihan ini dianggap telah mengaburkan kekuatan historis yang selama ini menjadi pondasi tim nasional mereka.
"Kita sudah kekurangan talenta di area lain di lapangan, tetapi fokus yang berlebihan pada taktik telah menyimpangkan karakteristik kita, karakteristik yang selalu menjadi dasar sejarah kita," sambung Ancelotti.
Sektor ekonomi dan daya tarik liga juga menjadi poin krusial dalam kemerosotan performa talenta lokal. Kurangnya minat pemain bintang dunia untuk merumput di Italia membuat proses regenerasi dan transfer ilmu kepada pemain muda menjadi terhambat.
"Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar TV yang besar dan investor yang kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik," kata Ancelotti.
Menurutnya, ketiadaan figur legenda dunia di kompetisi saat ini berbeda jauh dengan era emas Serie A di masa lalu. Hal ini berdampak langsung pada kualitas perkembangan pemain muda yang kehilangan mentor berkualitas di lapangan hijau.
"Jadi di Serie A, sudah tidak ada lagi pemain-pemain internasional yang luar biasa seperti Falcao, Maradona, Platini, Krol, Rummenigge, Ronaldo, Ronaldinho, dan semua pemain hebat lainnya dari era lampau. Dari siapa para pemain muda Italia saat ini bisa belajar?" Ancelotti menegaskan.