Umat Muslim Amalkan Dzikir Pagi dan Petang Guna Perkuat Iman

Umat Muslim Amalkan Dzikir Pagi dan Petang Guna Perkuat Iman
Foto: Ilustrasi Umat Muslim Amalkan Dzikir Pagi dan Petang Guna Perkuat Iman.

Umat muslim dianjurkan untuk senantiasa menjalankan amalan dzikir pagi setelah subuh dan dzikir petang menjelang magrib pada Senin (20/4/2026) sebagai bentuk ketaatan dan perlindungan diri sesuai sunnah Rasulullah SAW. Ibadah harian ini berfungsi sebagai benteng spiritual sekaligus penguat keimanan dalam menghadapi berbagai aktivitas harian.

Dzikir pagi dan petang dinilai memiliki nilai pahala yang besar meskipun merupakan amalan sederhana yang mudah dilakukan. Selain menenangkan hati dan menjernihkan pikiran, amalan ini juga diyakini dapat menghindarkan diri dari berbagai keburukan yang tidak terlihat, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Panduan bacaan dzikir ini merujuk pada Buku Saku dan Tuntunan Doa dan Dzikir karya Rahmadi Wibowo Suwarno dan Qaem Aulassyahied (2021). Salah satu bacaan utama yang dianjurkan adalah Sayyidul Istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

ÔÇ£Allah, Engkau adalah tuhanku, tiada sesembahan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu dan aku senantiasa memenuhi sumpah dan janji kepada-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung pada-Mu dari segala keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atas ku dan aku mengakui dosa-dosa ku. Maka ampunilah aku. Karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.ÔÇØ tutur Rahmadi Wibowo Suwarno dan Qaem Aulassyahied dalam bukunya.

Selain istighfar, terdapat doa yang dibaca saat memasuki pergantian waktu pagi dan sore hari untuk mengakui kekuasaan Allah atas kehidupan dan kematian. Hal ini tercatat dalam hadits riwayat Al-Bukhari sebagai bagian dari rutinitas harian.

ÔÇ£Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati. Dan hanya kepada-Mu kebangkitan (semua makhluk).ÔÇØ demikian bunyi kutipan hadits tersebut.

Terdapat pula dzikir fitrah Islam yang dibaca untuk menegaskan keteguhan dalam memeluk agama Islam dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Bacaan ini merujuk pada riwayat Ahmad yang dibaca dengan penyesuaian waktu pagi atau petang.

ÔÇ£Kami memasuki waktu pagi dalam keadaan fitrah Islam dan kalimat ketahui dan dan tetap mengikuti agama nabi kami Muhammad saw dan berada di atas ajaran Ayah para nabi kami Ibrahim seorang yang lurus lagi muslim dan tidaklah ia termasuk golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.ÔÇØ sebut kutipan hadits tersebut.

Perlindungan menyeluruh terhadap fisik dan harta juga menjadi poin penting dalam rangkaian dzikir ini. Doa permohonan keselamatan dunia dan akhirat diajarkan untuk menjaga hamba dari segala arah bahaya sesuai riwayat Abu Dawud.

ÔÇ£Ya Allah, aku memohon kepada-mu keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu pemaafan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta. Ya Allah, tutupilah auratku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, jagalah aku dari depan, belakang, sisi kanan, sisi kiri, dan dari atas. Aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang dari arah bawah.ÔÇØ jelas riwayat tersebut.

Selain perlindungan umum, doa khusus untuk kesehatan badan, pendengaran, dan penglihatan juga termasuk dalam rangkaian amalan ini. Dzikir tersebut juga mencakup permohonan perlindungan dari kekufuran, kefakiran, serta siksa kubur.

ÔÇ£Ya Allah, selamatkan tubuhku, ya Allah selamatkan pendengaranku dan penglihatanku, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.ÔÇØ bunyi bacaan doa kesehatan tersebut.

Umat muslim juga diajarkan membaca doa yang berisi pengakuan atas segala kekuasaan Allah di alam semesta. Doa ini memuat permohonan kebaikan untuk hari yang sedang dijalani serta perlindungan dari kemalasan.

ÔÇ£Kami telah memasuki waktu pagi dan senantiasalah kekuasaan dan kerajaan itu milik Allah, segala puji bagi-Nya, tiada sesembahan selain Allah semata dan satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Allah lah yang memiliki segenap kekuasan dan hanya diri-Nya pula yang berhak segala pujian, dan Allah Maha Mampu atas segala sesuatu. Ya Allah tuhanku, aku meminta kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan setelahnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan setelahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelasan di hari tua. Duhai Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka dan siksaan kubur.ÔÇØ tulis riwayat Muslim.

Keridhaan terhadap status sebagai seorang muslim juga diungkapkan melalui dzikir yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Hal ini mempertegas identitas spiritual seorang hamba dalam kehidupan sehari-hari.

ÔÇ£Aku ridha Allah sebagai tuhanku dan Islam sebagai Agamaku dan Nabi Muhammad Saw sebagai Nabiku.ÔÇØ sebut doa tersebut.

Dalam menghadapi kesulitan hidup, terdapat dzikir permohonan pertolongan kepada Zat Yang Maha Hidup. Doa ini menekankan ketergantungan mutlak manusia kepada rahmat Allah SWT agar segala urusan diperbaiki.

ÔÇ£Wahai Tuhan yang Maha Hidup dan yang Maha Kuat dan tidak membutuhkan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah Engkau biarkan aku sendiri meski hanya sekejap mata.ÔÇØ bunyi hadits riwayat Al-Hakim.

Pujian kepada Allah juga dilakukan melalui dzikir tasbih yang dibaca sebanyak tiga kali untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Bacaan ini memiliki bobot pahala yang setara dengan luasnya ciptaan dan kebesaran Arsy Allah.

ÔÇ£Maha Suci Allah, dan pujian bagi-Nya sejumlah apa yang diciptakan-Nya, sejauh keridhaan-Nya dan seberat timbangan ÔÇÿarsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya.ÔÇØ demikian bunyi tasbih tersebut.

Terakhir, terdapat doa perlindungan menggunakan nama Allah agar terhindar dari bahaya baik di bumi maupun di langit. Keyakinan akan penjagaan Allah menjadi inti dari bacaan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi ini.

ÔÇ£Dengan nama Allah, tiada satu pun yang ada di langit dan di bumi yang dapat mendatangkan bahaya bersamaan dengan nama-Nya. Dia adalah Zat yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.ÔÇØ tutup hadits tersebut.

Keutamaan dzikir ini dipertegas melalui Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 41ÔÇô42 mengenai perintah bertasbih di waktu pagi dan petang. Rasulullah memberikan perumpamaan penting bagi mereka yang mengamalkannya demi menjaga kehidupan spiritual.

ÔÇ£Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.ÔÇØ tulis firman Allah SWT tersebut.

Rasulullah SAW juga menekankan perbedaan antara orang yang berdzikir dan yang tidak dalam sebuah hadits. Hal ini berkaitan dengan kondisi spiritual atau kualitas hidup seorang hamba di mata Allah.

ÔÇ£Perumamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.ÔÇØ ujar Rasulullah SAW.

Konsistensi dalam berdzikir, khususnya membaca kalimat thayyibah tertentu, dipercaya dapat menghapus dosa. Janji pengampunan ini berlaku bagi siapa saja yang mengucapkannya dengan penuh keikhlasan dalam jumlah tertentu setiap hari.

ÔÇ£Barang siapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdih 100 kali dalam sehari, maka dihapus dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.ÔÇØ sabda Rasulullah SAW.

Artikel terkait

Rekomendasi