Hari Tasyrik menjadi momen yang sangat istimewa dalam kalender Islam yang jatuh tepat setelah perayaan Idul Adha. Waktu ini bukan sekadar kelanjutan dari hari raya kurban biasa, melainkan menyimpan beragam keutamaan mendalam bagi umat Muslim.
Dikutip dari Detikcom melalui buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari berturut-turut setelah Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai asal-usul penamaan ini.
Sebagian ulama menjelaskan istilah Tasyrik berasal dari tradisi menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar menjadi dendeng yang tahan lama. Sementara ulama lain menyebutkan istilah ini berkaitan dengan waktu pelaksanaan Idul Adha yang ditunaikan saat matahari mulai memancarkan cahayanya.
Rasulullah SAW menegaskan kedudukan hari-hari ini melalui sebuah hadits.
"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim)
Berdasarkan buku Panduan Muslim Sesuai Al-Qur'an dan As Sunnah karya Dr. Abu Zakariya Sutrisno, terdapat lima amalan utama yang dianjurkan untuk dikerjakan sepanjang Hari Tasyrik.
Mengingat Allah menjadi fondasi utama dalam mengisi Hari Tasyrik. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an.
█× ┘ê┘Ä┘▒Ï░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ█ƒ ┘▒┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘ü┘É┘ë┘ô Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘ì m┘æ┘ÄÏ╣┘ÆÏ»┘Å┘êÏ»┘Ä┘░Ϭ┘ì █Ü ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å Ϭ┘ÄÏ╣┘Äϼ┘æ┘Ä┘ä┘Ä ┘ü┘É┘ë ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ┘ô ÏÑ┘ÉϽ┘Æ┘à┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘å Ϭ┘ÄÏú┘ÄÏ«┘æ┘ÄÏ▒┘Ä ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ┘ô ÏÑ┘ÉϽ┘Æ┘à┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É █Ü ┘ä┘É┘à┘Ä┘å┘É ┘▒Ϭ┘æ┘Ä┘é┘Ä┘ë┘░ █ù ┘ê┘Ä┘▒Ϭ┘æ┘Ä┘é┘Å┘êϺ█ƒ ┘▒┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘ê┘Ä┘▒Ï╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘ê┘ôϺ█ƒ Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ï¬┘ÅÏ¡┘ÆÏ┤┘ÄÏ▒┘Å┘ê┘å┘Ä
Artinya: Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
Para ulama menyepakati bahwa frasa "hari-hari yang berbilang" merujuk langsung pada Hari Tasyrik. Sahabat Ibnu Abbas RA menerangkan bahwa berdzikir pada hari tertentu dalam Surat Al-Baqarah ayat 203 mencakup hari ke-10 Dzulhijjah dan Hari Tasyrik.
Dalam riwayat lain, Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA kerap berjalan ke pasar pada hari ke-10 sembari mengumandangkan takbir, yang kemudian diikuti oleh masyarakat. Muhammad bin Ali pun tercatat selalu bertakbir selepas menunaikan sholat sunnah.
Beberapa lafal dzikir yang bisa dibaca antara lain:
Subhaana Allah (Artinya: "Maha Suci Allah.")
Alhamdulillah (Artinya: "Segala puji bagi Allah.")
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å
Allahu Akbar (Artinya: "Allah Maha Besar.")
┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å
Laa ilaaha illallah (Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah.")
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar dengan lafal berikut:
"Aku memohon ampun kepada Allah."
Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘ŠϺ┘ä┘ä┘ç┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è ┘äϺ┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘äϺ┘æ┘Ä ┘ç┘Å┘ê┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘è┘æ┘ŠϺ┘ä┘Æ┘é┘Ä┘è┘æ┘Å┘ê┘à┘Å ┘ê┘Ä Ïú┘ÄϬ┘Å┘êÏ¿┘Å ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç
Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. (Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.")
2. Mengumandangkan Takbir
Membaca takbir tasyrik secara rutin selepas sholat fardu sangat dianjurkan mulai dari hari Arafah hingga pengujung Hari Tasyrik. Anjuran ini berlandaskan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA.
"Hiasilah hari-hari rayamu dengan takbir." (HR. Thabrani)
Terkait rentang waktunya, Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat takbir dikumandangkan mulai waktu Zuhur hari Idul Adha hingga Subuh pada hari tasyrik pemungkas. Di sisi lain, Imam Ahmad, Abu Saur, serta Sufyan Saury menyatakan takbir dimulai sejak Subuh hari Arafah sampai Ashar pada hari tasyrik terakhir.
3. Memperbanyak Syukur
Hari Tasyrik menjadi momen untuk merayakan nikmat pangan dari Allah SWT. Kaum Muslimin didorong untuk menikmati hidangan secara komunal bersama keluarga, saling membagikan daging kurban, dan mempererat tali silaturahmi.
4. Menyembelih dan Membagikan Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban masih sah dilakukan hingga tanggal 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam bagi yang belum sempat melaksanakannya pada hari nahar.
┘ê┘Ä┘â┘Å┘ä┘æ┘Å Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘É Ïº┘äϬ┘æ┘ÄÏ┤┘ÆÏ▒┘É┘è┘é┘É Ï░┘ÄÏ¿┘ÆÏ¡┘î.
Artinya: "Semua hari tasyrik adalah waktu untuk menyembelih. " (HR Ahmad)
Jika batas waktu tersebut terlampaui namun kurban yang bersifat wajib belum tertunaikan, maka penyembelihan dilakukan sebagai qadha. Imam Malik dan Imam Ahmad menegaskan waktu penyembelihan hadyu wajib maupun sunnah terkunci pada rentang tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah.
5. Memperbanyak Doa
Ikrimah dan Atho' menyebutkan bahwa Hari Tasyrik merupakan momentum emas untuk merutinkan doa sapu jagad yang mencakup permohonan kebaikan menyeluruh. Doa ini menjadi amalan yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW.
┘â┘ÄϺ┘å┘Ä Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ½┘ÄÏ▒┘Å Ï»┘ÅÏ╣┘ÄϺÏí┘É Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄÏ¿┘É┘ë┘æ┘É - ÏÁ┘ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç Ï╣┘ä┘è┘ç ┘êÏ│┘ä┘à - Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ ÏóϬ┘É┘å┘ÄϺ F┘É┘ë Ϻ┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï Ïî ┘ê┘ÄF┘É┘ë Ϻ┘äÏóÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï Ïî ┘ê┘Ä┘é┘É┘å┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ▒┘É
Artinya: Do'a yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW, 'Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzaban naar' (Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka). (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690)