Umat Islam Amalkan Ayat Seribu Dinar untuk Kelancaran Rezeki

Umat Islam Amalkan Ayat Seribu Dinar untuk Kelancaran Rezeki
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Ayat Seribu Dinar untuk Kelancaran Rezeki.

Umat Islam mengamalkan Surah At Talaq ayat 2-3 atau yang dikenal sebagai ayat seribu dinar untuk memohon kelancaran rezeki pada Sabtu (18/4/2026). Bacaan ini diyakini sebagai amalan kekayaan yang mampu mendatangkan keberkahan dari arah yang tidak disangka-sangka oleh para pengamalnya.

Pelancaran rezeki melalui ayat ini dijelaskan dalam buku Shalat Dhuha untuk Wanita Disertai Doa-doa Pemanggil Rezeki karya Zakiyah Ahmad, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Banyak muslim sengaja merutinkan bacaan tersebut dengan harapan mendapatkan kemudahan hidup dari Sang Khalik.

"Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu." kutip ayat tersebut dari QS At Talaq: 2-3.

Metode pengamalan dimulai dengan membaca Surah Al Fatihah sebanyak 1.000 kali sebagai pembuka. Setelah itu, umat Islam melanjutkan dengan membaca Surah Al Maidah ayat 114 yang berisi doa Nabi Isa AS saat memohon hidangan dari langit.

"Isa putra Maryam berdoa, "Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kesaktian-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki." kutip doa tersebut.

Langkah berikutnya adalah melafalkan potongan ayat dua dan ayat tiga dari Surah At Talaq masing-masing sebanyak 21 kali. Rangkaian amalan ini kemudian ditutup dengan menyebut asma Allah SWT sebanyak 10 kali menggunakan bacaan doa khusus.

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dengan nama Mu, wahai Yang memberi rezeki, wahai Yang membuka, wahai yang memberi karunia, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang mencukupi, wahai Yang membentangkan." bunyi doa penutup tersebut.

Waktu mustajab untuk mengamalkan ayat ini adalah pada sepertiga malam setelah sholat tahajud atau setelah sholat lima waktu. Deni Lesmana dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pitu Rezeki menyebutkan bahwa doa di tengah malam dan setelah sholat fardhu adalah waktu yang paling didengar Allah.

"Wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah?" tanya seorang sahabat dalam hadits riwayat Tirmidzi.

Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan mengenai waktu terbaik untuk memanjatkan permohonan kepada Tuhan tersebut.

"Doa di tengah malam dan doa setelah sholat fardhu." jawab Rasulullah SAW.

Manfaat lain dari ayat seribu dinar meliputi kemudahan dalam kehidupan sosial dan kelancaran urusan yang sedang dijalani. Penamaan ayat ini merujuk pada kisah seorang pedagang yang selamat dari kecelakaan kapal dan menjadi kaya raya setelah mengamalkan pesan dari Nabi Khidir AS dalam mimpinya.

Artikel terkait

Rekomendasi