Akun Instagram Ahmad Dhani Diretas Sindikat Asal Sulawesi hingga Makan Korban

Akun Instagram Ahmad Dhani Diretas Sindikat Asal Sulawesi hingga Makan Korban
Foto: Ilustrasi Akun Instagram Ahmad Dhani Diretas Sindikat Asal Sulawesi hingga Makan Korban.

Musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani, kembali menghadapi masalah serius terkait akun Instagram resminya, @ahmaddhaniofficial. Akun bercentang biru tersebut dilaporkan telah dikuasai oleh peretas pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi.

Insiden peretasan ini dilansir dari Suara berujung pada aksi penipuan yang menyasar masyarakat luas. Pelaku memanfaatkan akses tersebut untuk mengunggah tawaran penjualan barang seperti emas Antam hingga ponsel iPhone.

Aksi kriminal ini telah memakan korban dengan kerugian materiil yang mencapai angka puluhan juta rupiah. Dhani menyebutkan bahwa upaya pengambilalihan akun sudah terdeteksi sejak tengah malam sebelum akhirnya jebol pada pagi hari.

"Di-hack tadi pagi jam 6 pagi. Setelah dari jam 12 malam mereka meretas ya, terjadi perang elektronik lah. Tapi akhirnya ketika kita tidur jam 6 pagi berhasil diretas. Dan akhirnya terjadi penipuan," ungkap Dhani.

Pentolan band Dewa 19 ini menyatakan keheranannya karena sistem keamanan lapis ganda atau two-factor authentication (2FA) milik Meta tetap bisa ditembus. Ia meyakini metode yang digunakan pelaku sangat canggih.

"Kalau phishing itu enggak bisa nembus two-authentication verification sebenarnya. Cuma ini bisa ketembus gitu, jadi ini lebih dari phishing," jelasnya.

Dhani menaruh kecurigaan bahwa serangan siber ini memiliki motif tersembunyi. Hal ini didasari oleh rentetan kejadian hilangnya akun tersebut tepat setelah ia membuka persoalan masa lalu rumah tangganya dengan Maia Estianty.

Ia menduga bahwa penipuan bermodus penjualan emas hanyalah pengalihan untuk menyembunyikan maksud yang lebih besar dari pihak-pihak tertentu.

"Kalau menurut saya sih ini hanya kamuflase saja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu. Kita tidak pernah tahu ini motifnya apa, karena momentum dan timing-nya bisa sangat tepat dengan apa yang sedang berlangsung," tegas Dhani.

Melalui koordinasi cepat dengan pihak Meta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akun tersebut akhirnya berhasil dipulihkan pada hari yang sama. Identitas pelaku kini telah dikantongi oleh timnya.

Sindikat peretas tersebut diketahui berbasis di Sulawesi dan merupakan residivis dalam kasus kejahatan siber serupa. Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menegaskan kliennya tidak bertanggung jawab atas aktivitas akun selama masa peretasan.

"Dari mulai jam 6 pagi itu akun tidak dikendalikan dan di luar tanggung jawab Mas Dhani. Diisinya konten jualan segala macam, emas lah, handphone lah. Dikasihnya jelas bahwa itu penipuan dan sudah ada korbannya," tutur Aldwin.

Laporan Korban dan Langkah Hukum

Mengenai jumlah kerugian, terdapat laporan mengenai masyarakat yang telanjur mengirimkan uang kepada penipu. Salah satu korban tercatat mengalami kerugian sebesar Rp40 juta akibat tergiur penawaran tersebut.

"Ada yang sudah transfer Rp40 juta. Yang terakhir itu laporan baru Rp40 juta ya, dia sudah transfer beli emas," beber Dhani.

Ahmad Dhani juga memberikan peringatan mengenai kerentanan sistem keamanan platform media sosial bagi para pejabat publik. Ia khawatir celah keamanan ini bisa membahayakan posisi strategis lainnya di pemerintahan.

"Suatu saat Menteri juga bisa diretas, Presiden pun bisa juga diretas. Ini kan berbahaya," ujarnya.

Pihak kuasa hukum berencana segera melaporkan kasus akses ilegal dan penipuan ini ke kepolisian. Aldwin mengajak para korban untuk bersama-sama menempuh jalur hukum agar sindikat tersebut bisa segera diringkus.

"Saya akan ajak karena juga ada kuasa hukumnya yang sudah menghubungi, ya kita sama-sama untuk melaporkan. Mas Dhani juga sebagai korban. Segera mungkin diusut dan ditemukan pelakunya karena ini sindikat dan sangat berbahaya," pungkas Aldwin.

Artikel terkait

Rekomendasi