Aksi Ketua DPRD Kepulauan Riau Motoran Tanpa Helm Viral di Media Sosial

Aksi Ketua DPRD Kepulauan Riau Motoran Tanpa Helm Viral di Media Sosial
Foto: Ilustrasi Aksi Ketua DPRD Kepulauan Riau Motoran Tanpa Helm Viral di Media Sosial.

Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah potongan video yang menampilkan Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan. Dalam tayangan tersebut, ia terlihat tengah memacu sepeda motor gede (moge) di jalan raya.

Perhatian publik bukan tertuju pada kemewahan kendaraan yang digunakannya, melainkan pada absennya perangkat keselamatan dasar. Dilansir dari Otomotif, sang pejabat tampak berkendara tanpa mengenakan helm pelindung.

Iman terlihat santai memacu kendaraannya tanpa pelindung kepala, sebuah aksi yang langsung memicu kritik pedas dari para pengguna internet. Kejadian ini kembali mengangkat isu penting mengenai urgensi keselamatan berkendara atau safety riding.

Risiko kecelakaan di jalan raya tidak pernah membedakan status sosial ataupun jabatan seseorang. Kesadaran untuk menjaga diri seharusnya muncul sebagai kebutuhan pribadi demi melindungi nyawa.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, memberikan penegasan terkait fungsi utama helm. Menurutnya, pemakaian helm bukan sekadar untuk menghindari sanksi tilang atau urusan gaya semata.

"Karena helm berfungsi mengurangi risiko cedera fatal, terutama saat terjadi benturan keras pada bagian kepala yang menjadi bagian tubuh paling vital saat terjadi kecelakaan," ujar Agus.

Kewajiban Sama di Mata Hukum

Sorotan tajam terhadap video tersebut muncul karena posisi pengendara sebagai pejabat publik. Sebagai representasi penegak aturan, setiap pengguna jalan memiliki derajat tanggung jawab yang setara dalam menjaga keselamatan.

Agus menambahkan bahwa tidak ada pengecualian bagi siapa pun ketika sudah berada di balik setang kemudi di ruang publik. Aturan keselamatan berlaku universal tanpa melihat jabatan.

"Jadi, siapa pun pengendaranya, baik masyarakat umum maupun pejabat publik tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk mematuhi aturan keselamatan berkendara, karena keselamatan di jalan tidak melihat jabatan atau status," kata Agus.

Tanggung Jawab Moral Tokoh Publik

Sebagai figur yang diperhatikan khalayak, seorang pejabat memiliki beban moral untuk menjadi teladan atau role model. Kepatuhan terhadap standar keselamatan, seperti menggunakan helm SNI, menjadi bentuk edukasi langsung bagi warga.

"Selain melindungi diri sendiri, penggunaan helm juga menjadi contoh edukasi yang baik bagi masyarakat pengguna jalan lainnya. Sebab, dengan memakai helm secara benar dan standar, maka kita ikut membangun budaya tertib dan aman di jalan raya," ujarnya.

Pengabaian terhadap aturan lalu lintas oleh pemegang kebijakan dikhawatirkan dapat merusak upaya sosialisasi keselamatan jalan. Budaya tertib seharusnya dimulai dari jajaran atas untuk menciptakan lingkungan jalan raya yang aman.

Artikel terkait

Rekomendasi