Penulis : Natasha Khairunisa 20 Mei 2026 | 12:20 WIB
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)
JAKARTA, investor.id - Aksi beli emas oleh bank sentral pada tahun 2026 terus mengalami penguatan dari perkiraan sebelumnya.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (20/5/2026) Proyeksi terbaru dari analis komoditas di Goldman Sachs menunjukkan bahwa permintaan emas bank sentral akan meningkat lebih lanjut pada paruh kedua 2026.
Analis di Goldman Sachs memperkirakan bank sentral akan membeli rata-rata sekitar 60 ton emas per bulan di sisa tahun 2026, didukung oleh diversifikasi permintaan yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Analis Goldman Sachs telah merevisi model permintaan emas bank sentral untuk memperhitungkan kesenjangan dalam data perdagangan resmi.
Goldman Sachs mengakui bahwa analis mereka sebelumnya telah mengesampingkan tren permintaan emas bank sentral sejak Agustus 2025, ketika data perdagangan Inggris mulai gagal sepenuhnya menangkap arus keluar emas dari brankas London, yang mengakibatkan pembelian emas pemerintah yang tidak tercatat.
"Minat mendasar yang kuat terhadap emas tetap terlihat jelas," kata Analis di Goldman Sachs, mengutip survei bank sentral sebagai faktor yang kemungkinan akan mendukung peningkatan permintaan dari pemerintah dan investor swasta dari waktu ke waktu.
Selain itu, bank tersebut juga mempertahankan proyeksi harga emas pada akhir tahun 2026 di level US$ 5.400 per troy ounce, tetapi memperingatkan bahwa harga emas batangan masih dapat menghadapi tekanan jangka pendek jika investor terpaksa menjual aset likuid untuk mendapatkan uang tunai selama tekanan pasar.
"Bank sentral pasar negara berkembang kemungkinan akan melanjutkan diversifikasi struktural cadangan mereka ke dalam emas," ungkap para analis di Goldman Sachs.
Perdagangan penurunan nilai mata uang juga mendorong pembelian emas batangan fisik oleh keluarga kaya dan pembelian opsi beli investor di tengah meningkatnya kekhawatiran atas lintasan kebijakan moneter dan fiskal jangka panjang di ekonomi utama, Goldman Sachs mencatat.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Harga Emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Rabu 20 Mei 2026
Tanda-tanda Genting Harga Emas
Harga Emas Bersiap Bikin Kejutan
Emas Kehilangan Taji, Pakar Prediksi Terseret ke Level Terendah
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Rabu 20 Mei 2026: Jatuh Keras
National 7 menit yang lalu Sekjen PSI: Putusan MK Pertegas Keberlanjutan Pembangunan dan Status IKN Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai Putusan MK Nomor 38/PUU-XXIV/2026 beri kepastian hukum terhadap keberlanjutan pembangunan IKN.
Macroeconomy 7 menit yang lalu BI-Rate Naik Jadi 5,25% pada Mei 2026 Keputusan mengerek BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% ini sebagai langkah lanjutan bank sentral memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Macroeconomy 9 menit yang lalu Airlangga Beberkan Urgensi Pendirian BUMN Ekspor PT Danantara Sumber Daya Indonesia Airlangga tegaskan penguatan tata kelola ekspor SDA strategis penting untuk menjaga devisa, data perdagangan, dan kepentingan nasional.
Macroeconomy 21 menit yang lalu Prabowo Akui MBG Belum Sempurna, Minta DPR dan Kepala Daerah Awasi Ketat Prabowo akui pelaksanaan MBG belum mulus. DPR dan kepala daerah diminta ikut mengawasi agar program tepat sasaran.
Business 23 menit yang lalu TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025 TelkomGroup kembali menorehkan prestasi pada ajang LinkedIn Talent Awards 2025 melalui dua penghargaan.
Market 34 menit yang lalu Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saham di Kuartal II-2026 Mirae Asset ungkap strategi investasi kuartal II-2026 di tengah volatilitas global, inflasi, dan peluang saham perbankan