Indonesia telah memastikan dua wakilnya yang akan berlaga di ajang internasional Gothia Cup 2026 di Swedia. Kepastian ini diraih oleh Akademi Persib Cimahi (APC) dan Puteri Tangsel City setelah keduanya sukses memenangkan turnamen Meet The World with SKF 2026.
Ajang Meet The World (MTW) with SKF 2026 tersebut diselenggarakan di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, pada 23-26 April, seperti dilansir dari Detik Sport. Kompetisi ini menyajikan persaingan ketat dalam dua kategori utama, yakni Boys U13 dan Girls U15.
Kategori Boys U13 yang bersifat terbuka nasional diikuti oleh 32 tim peserta. Sementara itu, kategori Girls U15 atau Future Stars Invitational dilaksanakan melalui skema undangan terbatas dengan melibatkan 8 tim peserta.
Akademi Persib Cimahi (APC) berhasil mengamankan gelar juara pada kategori Boys U13. Pada pertandingan final yang sengit, APC menumbangkan SSB Hasanuddin FC melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2.
Sebelumnya, kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal 2x15 menit. Kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa bagi APC karena mereka berhasil mewakili Indonesia di Gothia Cup untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Menghadapi kompetisi di Swedia nanti, skuad APC akan diperkuat oleh 6 pemain All Star pilihan tim Technical Study Group (TSG). Komposisi tim secara keseluruhan akan terdiri dari 12 pemain inti APC ditambah enam pemain hasil seleksi tersebut.
"Alhamdulillah kami bersyukur bisa kembali menjadi juara dan kembali mewakili Indonesia di ajang dunia Gothia Cup. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, akan ada dua kali pemusatan latihan sebelum berangkat ke Swedia dan di situ akan kami matangkan lagi tim ini," kata pelatih APC, Agi Maulana.
Keberhasilan Puteri Tangsel City di Kategori Putri
Pada kategori Girls U15, Puteri Tangsel City mengukuhkan diri sebagai yang terbaik setelah menundukkan Puteri Jaya Putra. Mereka menang dengan skor tipis 1-0 di laga final, yang sekaligus menjadi tiket menuju Gothia Cup 2026.
Tim Puteri Tangsel City juga akan mendapatkan amunisi tambahan berupa tiga pemain All Star untuk memperkuat performa di Swedia. Total skuad tim putri ini nantinya akan diisi oleh 15 pemain inti dan tiga pemain All Star.
Penyelenggara MTW 2026 melalui pemilik Cantrik ACL, Chandra Syahriar, menyatakan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini meski menghadapi tantangan di awal. Ia mengapresiasi antusiasme tinggi dari berbagai tim daerah yang ikut berpartisipasi.
"Kami menghadapi banyak tantangan di awal, namun sangat bersyukur dapat kembali menyelenggarakan MTW tahun ini. Antusiasme tim dari berbagai daerah luar biasa. Kami berharap Indonesia dapat mempertahankan prestasi sebagai juara dunia dan terus melahirkan talenta-talenta muda yang membanggakan," kata Chandra Syahriar.
Dukungan Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
Partisipasi tim putri menjadi catatan penting tersendiri dalam turnamen tahun ini. Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara di wilayah Asia Tenggara yang mengirimkan perwakilan tim putri ke ajang Gothia Cup mendatang.
"Pencapaian ini semakin bermakna karena Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memberangkatkan tim putri di ajang Gothia Cup. Kami percaya sepakbola bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, dan kerja sama, termasuk dalam pengembangan sepak bola putri yang kini mendapat perhatian khusus," ujar Nita Nuriman, Director PT SKF Industrial Indonesia.
Program pengembangan bakat muda ini juga mendapatkan dukungan penuh dari PSSI. Anggota Komite Eksekutif PSSI Provinsi Banten, Reza Ibnu Malik, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan menjadikan Banten sebagai lokasi penyelenggaraan.
"Kami dari PSSI Banten mengapresiasi dan terima kasih kepada SKF mempercayai Banten sebagai tuan rumah penyelenggaraan Meet The World ini. Harapannya dari eventini nanti bisa muncul para pemain potensial yang bisa memperkuat Timnas Indonesia," kata Reza Ibnu Malik.