Musisi Ahmad Dhani mengambil langkah tegas untuk melindungi putrinya, Shafeea Ahmad, dari serangan komentar negatif netizen di media sosial. Langkah ini diambil setelah akun Instagram pribadinya kembali ke tangannya.
Pentolan grup band Dewa 19 tersebut dilansir dari Suara, terlihat pasang badan menghadapi perundungan yang menyasar Shafeea. Serangan netizen ini diduga merupakan imbas dari kembali mencuatnya konflik masa lalu Dhani dengan mantan istrinya.
Sebelumnya, perhatian publik tersita oleh berbagai pernyataan Ahmad Dhani yang mengungkit kembali proses perceraiannya belasan tahun silam. Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah warganet yang justru menyerang Shafeea meski usianya masih di bawah umur.
Sebagai bentuk pembelaan, suami Mulan Jameela ini mengunggah foto Shafeea saat menghadiri acara pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Melalui keterangan unggahannya pada Senin, 11 Mei 2026, Dhani menyematkan julukan khusus bagi para penghujat tersebut.
"Aku jelaskan kepada Feea bahwa di DUNIA MAYA itu ada yang kusebut dengan DETERJEN 78. Mereka bukan NETIJEN yang NORMAL apalagi CERDAS," kata Ahmad Dhani.
Sosok musisi asal Surabaya ini kemudian merinci sembilan karakteristik dari kelompok yang ia sebut menyerang keluarganya secara tidak beradab. Dhani menilai tindakan menyerang anak di bawah umur sebagai perbuatan yang tidak berpendidikan dan kejam.
"Sukanya ngebuzz berita hoax. Bikin berita hoax (bajingan tengik). Komennya enggak nyambung dan bahasanya tidak beradab," ujar Ahmad Dhani.
Ia juga menyoroti kelompok tersebut sebagai pihak yang tidak memahami hukum ITE serta memiliki logika yang lemah. Dhani menyayangkan sikap oknum netizen yang lebih menyukai narasi subjektif dibandingkan fakta yang ada.
"Komennya DUNGU (tidak ada hubungan antara reasoning dan FAKTA). ANTI kepada FAKTA, suka NARASI yang disukai saja," tutur Ahmad Dhani.
Puncak kekesalan Ahmad Dhani dituangkan dalam poin terakhir rinciannya mengenai karakteristik para pembenci tersebut. Ia memberikan tudingan keras terhadap oknum yang dianggap sengaja menciptakan kegaduhan demi kepentingan tertentu.
"PELACUR KONTEN (bisa dibayar)," kata Ahmad Dhani dalam poin terakhirnya.
Melalui pesan di media sosial tersebut, Dhani berupaya menguatkan mental sang putri agar tetap bersabar menghadapi dinamika di dunia maya. Ia juga memberikan pandangannya mengenai kondisi literasi masyarakat digital saat ini.
"Maka dari itu kita harus maklum hidup di negara ke 60 dari 61 soal LITERASI," ujar Ahmad Dhani.