PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penjelasan mengenai aturan penggunaan bahan bakar untuk sepeda motor matic keluaran terbaru yang memiliki rasio kompresi tinggi. Pada Rabu (6/5/2026), perusahaan menegaskan bahwa kendaraan dengan kompresi mencapai 12:1 tidak mutlak harus menggunakan bensin beroktan tinggi di atas 95.
Pemilik kendaraan disarankan untuk selalu merujuk pada buku panduan resmi guna mengetahui ambang batas minimal oktan yang diperbolehkan. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, motor kelas 160cc seperti Honda PCX 160, ADV 160, hingga Forza 250 memiliki standar rekomendasi bahan bakar minimum RON 90.
"Sebenarnya di buku manual itu ada informasi rasio bensin yang bisa dipakai. Misalkan motor ini boleh menggunakan bensin minimal oktan sekian," ujar Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM).
Penjelasan tersebut didasari oleh kemampuan teknologi manajemen mesin modern yang mampu melakukan penyesuaian secara mandiri. Untuk lini skutik entry level seperti Honda Genio dan Scoopy, penggunaan bahan bakar dengan oktan RON 88 bahkan masih dimungkinkan sesuai spesifikasi teknisnya.
"Selama itu pakai PGM-FI (Full Injection), dikasih RON yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan, nanti sistem injeksinya atau ECU-nya itu akan menyesuaikan dan mengoptimalkan pembakaran sesuai dengan bahan bakar yang digunakan," kata Muhib.
Sistem elektronik PGM-FI pada motor Honda berfungsi mengompensasi waktu pengapian secara otomatis untuk mencegah terjadinya kendala teknis pada ruang bakar. Mekanisme ini memastikan mesin tetap bekerja secara optimal tanpa mengalami gejala knocking atau detonasi meski menggunakan oktan yang lebih rendah dari angka kompresi mesin.
Meskipun sistem injeksi mampu melakukan penyesuaian, pemilihan jenis bahan bakar tetap memiliki kaitan erat dengan tingkat efisiensi kendaraan. Namun, Muhib menekankan bahwa hasil efisiensi tersebut akan sangat bergantung pada perilaku berkendara masing-masing individu di jalan raya.